4 Keuntungan Bercinta dengan Pria yang Disunat

200
Illustrasi

MataNaga – Sirkumsisi atau biasa dikenal dengan istilah khitan dan sunat pada organ intim pria, sudah terbukti memberikan manfaat kesehatan yang baik. Baru-baru ini, peneliti bahkan menemukan manfaat lain dari sirkumsisi yakni meningkatkan performa di atas ranjang.

Studi dari University of Chicago menemukan bahwa pria dewasa yang sudah disunat, memiliki manfaat secara seksual yang lebih baik. Berikut beberapa manfaat sunat pria yang tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya.

Menurunkan Risiko Cedera Saat Bercinta

Menurut studi dalam Journal of Sexual Medicine, sunat pria dapat memberi fungsi seksual yang baik. Bahkan, secara signifikan, bisa menurunkan cedera saat bercinta. Peneliti menemukan, insiden cedera berkaitan dengan rendahnya risiko HIV.

Performa Bisa Lebih Lama

Studi tahun 2014 menemukan, ejakulasi pada mereka yang telah disunat, berdampak lebih baik. Setidaknya, pria bertahan 20 detik lebih lama. Peneliti berpendapat bahwa ejakulasi lebih lama karena sunat menurunkan sensitivitas pada penis.

Meningkatkan Kepuasan Pasangan

Pria yang sudah disunat, juga akan memberi kepuasan berbeda pada pasangan. Studi tahun 2011 menemukan, pria yang sudah disirkumsisi memiliki angka infeksi HPV lebih rendah dan begitu juga pada wanita. Berkaitan dengan hal itu, 40 persen wanita diyakini lebih puas kala bercinta, karena kebersihan organ intim pasangan yang lebih terjamin.

Menurunkan angka penyakit menular

Sunat terbukti menurunkan angka risiko HIV dan infeksi menular lainnya. Studi pada 2009, sebanyak 25 persen pria yang disunat memiliki risiko herpes lebih rendah dan 35 persen lebih rendah pada risiko HPV.

Pria yang tidak disunat juga lebih mungkin untuk menularkan setiap infeksi yang mereka miliki, termasuk infeksi ragi, infeksi saluran kencing (ISK), dan penyakit kelamin (terutama HPV dan HIV), misalnya herpes genital, bisul genital, chancroid, dan sifilis.

Penis yang tidak disunat bahkan juga menempatkan pasangan wanita Anda pada peningkatan risiko penyakit kelamin, dengan kejadian herpes genital, trichomonas vaginalisbacterial vaginosis, HPV menular seksual (yang menyebabkan kanker serviks), dan mungkin klamidia hingga lima kali lebih banyak daripada wanita yang memiliki pasangan seks yang telah disunat.

Juga penting untuk dicatat bahwa memiliki kulup adalah faktor risiko nomor satu untuk infeksi HIV pada pria heteroseksual. Pria yang tidak disunat memiliki 2-8 kali lipat risiko HIV lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki yang disunat.

Penjelasan lain yang mungkin adalah, kulit kulup rentan robek saat berhubungan seks, yang akan memberikan virus dan bakteri sebuah jalur mudah untuk masuk ke dalam tubuh Anda.