Mengapa Atlet Dilarang Bercinta Sebelum Tanding? Ini Jawabannya

144
Illustrasi

MataNaga – Di balik gempita pertandingan olahraga ternyata ada pantangan yang selalu ditekankan pelatih pada atletnya, yaitu tidak boleh melakukan hubungan seksual sebelum pertandingan. Haruskah demikian?

Alasan pelatih menyuruh atletnya puasa seks sebelum pertandingan digelar karena khawatir akan mengganggu konsentrasi latihan.

Atlet sudah lama diberikan teori bahwa melakukan hubungan seks sebelum pertandingan atau kompetisi sama saja dengan menguras banyak energi. Muhammad Ali misalnya, ia dilaporkan tidak akan melakukan hubungan seks selama enam minggu sebelum bertanding.

Tetapi para ilmuwan mengatakan tidak ada bukti fisiologis yang menunjukkan bahwa seks sebelum kompetisi adalah buruk. Bahkan, beberapa studi menunjukkan bahwa seks pra-olahraga benar-benar dapat membantu atlet dengan meningkatkan jumlah testosteron.

Namun, belum diketahui jelas apakah ada efek psikologis seks terhadap performa seorang atlet. Beberapa ilmuwan menyarankan bahwa puasa seks bisa membantu beberapa atlet untuk berkonsentrasi lebih baik.

Menurut Ian Shrier, seorang spesialis kedokteran olahraga di McGill University di Montreal, Kanada, seperti dinukil dari National Geographic, Ada dua hal yang menjadi alasan mengapa seks sebelum kompetisi dapat mempengaruhi kinerja.

Pertama adalah bisa membuat atlet lelah dan lemah pada hari berikutnya, tapi alasan ini tidak terbukti. Dan kedua, seks dapat mempengaruhi kondisi psikologis dan pikiran. Untuk alasan ini belum diuji.

Pada 2000 Shrier menerbitkan sebuah editorial berjudul Does Sex the Night Before Competition Decrease Performance? dan diterbitkan di Clinical Journal of Sports Medicine.

Shrier menuliskan, mitos lama yang menyatakan bahwa atlet pantang melakukan hubungan seks sebelum pertandingan besar mungkin berasal dari teori frustasi seksual. Tradisi pantangan ini khususnya berlaku dalam olahraga yang membutuhkan kekuatan, seperti tinju dan sepakbola, yang mana gaya agresi (menyerang) dianggap sebagai ciri berharga. Beberapa orang percaya bahwa ejakulasi pada pria dapat testosteron, yaitu hormon keinginan seksual dan agresifitas dari tubuh.

Aktivitas seksual sebenarnya juga bisa membantu mengatasi rasa sakit otot atau cedera olahraga pada wanita ujar Barry Komisaruk, seorang profesor psikologi di Rutgers University di Newark, New Jersey.

Studinya menemukan bahwa rangsangan seksual pada wanita menghasilkan efek yang kuat menghalangi rasa sakit. Efeknya, bisa berlangsung hingga sehari untuk nyeri kronik seperti nyeri otot. Komisaruk juga menemukan bahwa stimulasi vagina memiliki efek yang kuat pada ketegangan otot di kaki.