3 Bukti Manchester United Akan Rindukan Michael Carrick

24
Michael Carrick.

MataNaga – Musim 2018/19 ini untuk pertama kalinya Manchester United tidak mempunyai nama pemain senior dalam daftar skuat mereka.

Gelandang bertahan asal Inggris itu telah memutuskan untuk gantung sepatu alias pensiun seiring dengan berakhirnya musim 2017/18.

12 tahun lamanya membela MU tentu membuat nama Carrick akan selalu dikenang oleh klub maupun para fansnya.

Selama 12 tahun itu juga Carrick turut menyumbangkan berbagai gelar bergengsi untuk The Red Devils, yaitu 5 gelar Liga Inggris, 6 gelar Community Shield, 3 gelar Piala Liga Inggris, dan masing-masing 1 gelar Piala FA, Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Dunia Antarklub.

Kini, dengan tidak adanya nama Carrick maka berakhir sudah era kejayaan Sir Alex Ferguson di skuat MU.

Memang masih ada sejumlah nama lain yang pernah merasakan dilatih oleh Ferguson, yakni David De Gea, Antonio Valencia, Ashley Young, Jesse Lingard, Paul Pogba, Chris Smalling, dan Phil Jones.

Namun, para pemain tersebut bisa dbilang sejumlah warisan Ferguson yang ditinggalkannya sebelum memutuskan pensiun di tahun 2013 lalu.

Dengan demikian, tentunya ada 3 hal yang dirangkum dari Sportskeeda, di mana para fans maupun publik MU yang akan merindukan sosok Michael Carrick. Apa sajakah itu? Berikut ulasannya:

Kreatif

Saat pertama kali didatangkan dari Tottenham Hotspur pada 2006 lalu, para fans MU cukup banyak yang merasa senang, karena saat bermain bagi Tottenham kualitas Carrick telah terlihat.

Meski demikian, masih ada saja yang meragukan permainan Carrick, apalagi saat itu fans MU belum lama kehilangan kapten mereka, Roy Keane.

Keane sangat dikenal memiliki gaya bermain yang agresif, keras, dan juga berani memotong serangan lawan dengan cara cukup kasar namun tetap bersih dalam melakukan pelanggaran.

Sementara Carrick, ia lebih tenang dalam menjaga keseimbangan tim. Meski tidak seagresif atau tidak sekeras Keane, namun Carrick bisa dibilang lebih kreatif jika dibandingkan dengan Keane dalam membangun serangan.

Salah satu kelebihan Carrick adalah ia mampu dengan cepat memotong serangan lawan, kemudian tanpa berpikir panjang dirinya langsung memberikan umpan akurat jarak yang jauh yang nyaris jarang meleset.

Untuk posisi saat ini yang dapat menyamai permainan Carrick mungkin ada dalam diri Pogba. Namun, sayangnya pemain asal Prancis ini memiliki naluri menyerang lebih tajam, sehingga tak dapat dipungkiri belum ada pemain lain yang bisa mengikuti gaya permainan Carrick.

Pengalaman

Sebagai pemain senior, tentunya Carrick memiliki pengalaman yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan pemain MU pada masa kini.

Namanya seorang pemain, pastinya pernah mendapat kritikan dari pelatihnya. Hal inilah yang dirasakan oleh Carrick saat masih ditangani oleh Jose Mourinho pada musim kemarin.

Kendati demikian, sekali lagi pengalaman berbicara, Carrick pun bisa menerimanya dan hal inilah yang dijadikan contoh oleh sejumlah pemain muda, seperti Jesse Lingard, Marcus Rashford, bahkan juga bagi Romelu Lukaku.

Pengalamannya itu juga yang sering dipelajari oleh para pemain muda United pada masa kini.

Jika menengok MU di 10 tahun yang lalu saat mereka mampu meraih gelar Liga Inggris, Liga Champions, dan juga Piala FA, mungkin banyak yang menilai jika semuanya berkat kinerja dari Wayne Rooney atau Cristiano Ronaldo.

Namun harus diakui juga, jika Rooney atau Ronaldo tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik andai tidak mendapat sokongan dari Michael Carrick.

Berakhirnya Era Kejayaan Sir Alex Ferguson

Seperti yang telah disebutkan di atas, dengan pensiunnya Michael Carrick, maka berakhir sudah pemain di era kejayaan Sir Alex Ferguson.

Nama-nama seperti Wayne Rooney, Cristiano Ronaldo, Patrice Evra, Rio Ferdinand, Gary Neville, Paul Scholes, dan Ryan Giggs serta Carrick kini telah menjadi legenda bagi MU.

Sementara nama-nama David De Gea, Lingard, Smalling, Jones, Pogba, dan juga Valencia merupakan sejumlah nama warisan yang ditinggalkan oleh Fergie.

Kinerja dan kesetiaan Carrick tentunya akan selalu dikenang oleh para staff serta fans MU.