New Normal, Tak Hanya Toko Sepeda Pendapatan Bengkel Sepeda Juga Meningkat

12
New Normal, Tak Hanya Toko Sepeda Pendapatan Bengkel Sepeda Juga Meningkat
New Normal, Tak Hanya Toko Sepeda Pendapatan Bengkel Sepeda Juga Meningkat. (Foto: Infocrb.com)

Jakarta – Peningkatan minat bersepada sejak pandemi virus Corona COVID-19 melanda, tidak hanya dirasakan oleh toko sepeda. Bengkel sepeda juga kelabakan melayani ‘pasien’ yang belakangan ini makin banyak berdatangan.

Di salah satu bengkel kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, terlihat warga yang mengantre untuk servis sepeda. Ari Budiono, pemilik bengkel Sampurna Bike mengatakan peningkatan pengunjung dirasakannya sejak Ramadhan lalu.

“Fenomena ini (bengkel penuh) sebenarnya mulai dari puasa. Biasanya 10 hari sebelum lebaran kita tutup, ini tiga hari lebaran baru tutup karena ngelarin kerjaan yang belum kelar,” kata Ari.

Pemilik bengkel sepeda lain di kawasan Pejaten Raya, Sakri, juga merasakan hal yang sama. Dengan peningkatan kunjungan hingga 100 persen, Sakri sampai harus menambah pekerja untuk membantunya melayani pengunjung.

“Saya bisa mengerjakan 50 sepeda sehari. Sepeda apa aja masuk dari sepeda kecil, gede, fixie, federal, seli segala macam sepeda lah apa saja saya terima,” tutupnya.

Soal jenis sepeda yang masuk bengkel, baik Sakri maupun Ari mengatakan sangat bervariasi. Namun keduanya sepakat, sepeda lipat alias ‘seli’ paling banyak karena memang sedang ngehits.

“Sekarang sih lagi musimnya seli, hampir semua seli,” kata Ari.