Ada Sembilan Kasus Baru Corona, Hong Kong Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

25
Hong Kong hadapi gelombang ketiga Corona
Hong Kong hadapi gelombang ketiga Corona. (Foto Ilustrasi: Mata Mata Politik)

Jakarta – Hong Kong kembali melaporkan kasus baru virus Corona. Ada 14 kasus baru Corona yang dikonfirmasi saat ini. Kementerian Kesehatan Hong Kong mengatakan peningkatan kasus baru Corona kali ini diduga berasal dari panti jompo di Tsz Wan Shan.

Dikutip dari South China Morning Post, Hong Kong berjuang melawan gelombang ketiga virus Corona COVID-19. Sebab, sembilan dari 14 kasus baru virus Corona diidentifikasi sebagai kasus penularan lokal.

Pemerintah setempat tengah meningkatkan strategi dalam menangani wabah virus Corona COVID-19. Beberapa langkah-langkah diketatkan terkait dengan pembatasan di tengah situasi Hong Kong yang ‘sangat mengkhawatirkan’.

Menyatakan situasi ‘sangat mengkhawatirkan’, Menteri Kesehatan Profesor Sophia Chan Siu-chee meluncurkan serangkaian langkah-langkah baru untuk menghadapi situasi wabah Corona yang memburuk di Hong Kong, termasuk mengawasi orang yang kembali dari negara-negara berisiko tinggi, dan membutuhkan asisten rumah tangga agar langsung dikarantina di hotel pada saat kedatangan.

“Sekarang dalam waktu singkat, kami telah melihat banyak kasus lokal dengan sumber infeksi yang tidak diketahui. Ini adalah sinyal peringatan penting bagi kami,” kata Chan.

“Ini mengingatkan semua orang di Hong Kong bahwa kita tidak boleh lengah,” lanjutnya.

Seorang pejabat kesehatan senior Hong Kong memperingatkan dalam konferensi pers terpisah pada hari Selasa bahwa Hong Kong telah memasuki gelombang ketiga infeksi virus Corona.

“Kami khawatir akan terjadi wabah besar-besaran di masyarakat, dengan begitu banyak sumber infeksi,” kata Dr Chuang Shuk-kwan, kepala cabang penyakit menular dari Pusat Perlindungan Kesehatan.

Chan mengatakan Hong Kong sejauh ini telah melakukan lebih dari 360.000 tes Corona, yang berjumlah 48.000 per satu juta orang. Dia berjanji Hong Kong akan terus meningkatkan kapasitas penyaringan, dan diharapkan untuk menambah 2.400 tes tambahan untuk kuota harian mulai bulan depan.

Sebagai bagian dari penanganan wabah Corona, Chan mengatakan pemerintah akan mengatur kembalinya penduduk Hong Kong dari negara-negara yang berisiko lebih tinggi, seperti Pakistan dan India, melalui konsultasi dengan konsulat dan etnis minoritas di kota.

Pekerja rumah tangga asing terutama yang berasal dari Filipina dan Indonesia, akan diminta untuk dites Corona sebelum datang ke Hong Kong dan baru diperbolehkan masuk ketika dinyatakan negatif Corona. Selain itu, harus menjalani karantina 14 hari di akomodasi hotel yang dibayar oleh majikan mereka.

Anggota kru laut, yang telah dibebaskan dari karantina dan sudah di-skrining ketika tiba di Hong Kong, akan diminta untuk mengambil tes Corona sebelum berangkat ke Hong Kong. Tanpa hasil negatif Corona, mereka tidak boleh memasuki Hong Kong.

Selain itu, Menkes Chan juga mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan pengetatan pembatasan sosial, seperti jumlah orang yang diizinkan untuk menghadiri pertemuan keagamaan.

Pembatasan lain untuk tempat-tempat seperti restoran dan tempat hiburan mungkin juga ditinjau, seperti menurunkan batas kapasitas dan menerapkan langkah-langkah pengendalian infeksi lainnya. Kunjungan ke rumah perawatan untuk orang tua juga akan diperketat.

Menghadapi wabah baru Corona yang digambarkan sebagai ‘gelombang ketiga’ infeksi di Hong Kong, Chaung mengatakan rantai penularan Corona sangat mungkin terjadi lebih luas di kota yang melaporkan kasus baru dari berbagai sumber pada hari tertentu.

“Sejak akhir pekan lalu, situasi epidemi lokal telah berubah dengan cepat. Situasinya sangat kritis,” kata Dr Wong Ka-hing, pengontrol pusat Hong.