Tak Cuma Bisa Bersuara, Robot Seks Ini Bisa Diajak Curhat soal Corona

15
Robot Seks
Ilustrasi. (Foto: Potret24.com)

Jakarta – Penjualan robot seks melonjak sejak pandemi Corona. Bahkan, saat ini ada robot seks yang dibuat sedemikian rupa bisa berbicara dengan pemiliknya soal virus Corona COVID-19.

Matt McMullen, CEO Realbotix, salah satu produsen robot seks mengatakan model robot seks yang dinamakan Harmony, merupakan edisi terbarunya yang hadir dengan fitur ‘coronavirus’. Fitur ini memfasilitasi percakapan atau dialog manusia dengan mesin (robot) soal penyakit COVID-19.

Artificial intelligence (AI) robot dapat disesuaikan untuk melakukan pembicaraan mendalam tentang virologi dan virus Corona COVID-19 secara khusus. Bahkan tanpa penyesuaian, Harmony akan berbicara lebih umum tentang pandemi Corona, menekankan pada bagaimana perasaan pemiliknya tentang adanya pandemi Corona.

“Informasi soal Corona, (robot) kami tidak membahas mendalam tentang bagaimana virus Corona itu dimulai, dan apa kapan mereka akan menemukan obatnya,” katanya kepada Forbes.

“Tapi kami ingin orang-orang dapat membicarakannya (soal virus Corona) dan merasa mereka merasa memiliki seseorang di sana,” sebut Matt.

Dikutip dari Daily Star, bahkan sebelum dimulainya pandemi, robot seks Matt telah diprogram sebelumnya dengan apa yang disebutnya ‘kebaikan akal sehat’. “Ada ribuan konten yang dirancang, setidaknya dari sudut pandang kami, untuk membantu orang-orang yang mungkin berjuang secara umum dengan segala jenis kesedihan atau depresi, atau kehilangan, atau secara umum merasa seperti Anda sedang libur di hari biasa,” jelas Matt.

Matt menggambarkan robotnya sebagai karakter yang memiliki empati. Karakter yang berempati kepada orang-orang yang terdampak kondisi sulit akibat pandemi Corona.

“Setidaknya tampaknya memahami bahwa Anda sedang sedih dan Anda berjuang dengan sesuatu,” jelas Matt.

Dia menjelaskan apa yang dilakukan robot seksnya terkait informasi Corona diharapkan bisa memberikan ketenangan. Terutama ketika pemiliknya mengaku merasa sangat tertekan bahkan hingga berpikir bunuh diri.

“Hanya pengetahuan umum yang diketahui membantu mengatasi depresi, tetapi juga membimbing mereka untuk mencari bantuan,” kata Matt.

Dia mengatakan tujuan robot seks bukan untuk menggantikan terapis, tetapi untuk memberikan saran atau solusi yang sama seperti diberikan pasangan pada umumnya. Teknologi robot seks telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Manajer produksi robot seks RealDoll, Mike Wilson, mengklaim teknologi robot seks ini akan terus membaik di tahun-tahun mendatang.

“Teknologinya ada di luar sana,” katanya.