Bukan Diminum! Begini Lho Cara Kerjanya Antibodi di Dalam Tubuh

28
Virus Corona
Ketua Perhimpunan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr Inggrid Tania, M.Si menjelaskan, respons sistem imun terbagi menjadi dua yakni bawaan dan adaptif. (Foto: Kieraha)

Jakarta – Dalam sebuah wawancara dengan Anji, Hadi Pranoto diklaim sebagai ‘penemu’ antibodi COVID-19. Produk yang disebutnya sebagai antibodi tersebut digunakan dengan cara diminum.

Pemahaman seperti ini ternyata salah kaprah. Antibodi bukan sesuatu yang dimimun, melainkan dihasilkan oleh respons daya tahan tubuh ketika ada patogen atau benda asing yang masuk dan membahayakan tubuh.

Ketua Perhimpunan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr Inggrid Tania, M.Si menjelaskan, respons sistem imun terbagi menjadi dua yakni bawaan dan adaptif. Respons imun adaptif bekerja dengan menghasilkan antibodi, sedangkan respons bawaan menghasilkan peradangan atau inflamasi.

“Ketika patogen masuk ke dalam jaringan tubuh, akan memicu ‘alarm’ pada sel, sehingga terjadinya inflamasi (peradangan atau respon bawaan sel),” ujar dr Inggrid dalam sebuah diskusi online, Selasa (04/08/2020).

Ada banyak sel yang berperan dalam membentuk sistem imun. Salah satunya adalah sel dendrit yang berfungsi mengenali antigen pada patogen. Patogen bisa berupa mikroorganisme, seperti virus maupun bakteri.

“Antigen yang masuk ke dalam jaringan juga akan ditangkap oleh sel dendrit,” jelas dr Inggrid.

Sel dendrit yang menangkap antigen dari patogen dapat mengenali molekul antigen tersebut. Akibatnya, sel dendrit teraktivasi dan akhirnya mengaktifkan nodus limfa.

Nodus limfa yang merupakan partikel berisi sel darah putih mengaktifkan limfosit atau sel darah putih, sehingga terbentuk antibodi secara spesifik. Limfosit akan membawa antibodi tersebut ke bagian yang terinfeksi lewat darah sebagai pengantar.