Filipina Lokkdown Kembali Selama 2 Minggu Setelah Meningkatnya Kasus COVID-19

27
Presiden Filipina Rodrigo Duterte
Filipina melaporkan 6.352 kasus baru positif COVID-19 pada Selasa (4/8/2020). (Foto: Casino.org)

Jakarta – Filipina melaporkan 6.352 kasus baru positif COVID-19 pada Selasa (4/8/2020). Jumlah kasus harian ini menjadi yang paling tinggi di Asia Tenggara.

Dikutip dari Channels News Asia, lonjakan kasus ini membuat total kasus COVID-19 di Filipina menjadi 112.593 orang.

Filipina lockdown

Meningkatnya kasus COVID-19 di Filipina dalam beberapa hari terakhir sejak dilonggarkannya pembatasan pada Juni lalu membuat pemerintah kembali memberlakukan penguncian atau lockdown selama dua minggu.

Kebijakan tersebut dilakukan hingga 18 Agustus di Manila dan provinsi-provinsi di sekitarnya, seperti Laguna, Cavite, Rizal, dan Bulacan.

Pihak kepolisian Filipina telah memblokade jalan pada hari Selasa untuk melancarkan kebijakan lockdown. Selain itu, pemerintah pun hanya mengizinkan satu anggota keluarga dari setiap rumah yang diperbolehkan keluar untuk membeli makanan dan kebutuhan pokok.

Beban biaya berbagai produk jasa, seperti transportasi umum, salon, dan lain-lain akan ditanggung pemerintah.

“Benar-benar tidak ada yang bisa kita lakukan selain mengikuti langkah-langkah yang diberikan oleh pemerintah,” kata seorang operator di sebuah perusahaan taksi, Cipriano Quirante (57).

Pengumuman terkait kebijakan lockdown ini disampaikan setelah 80 kelompok lokal yang mewakili 80.000 dokter dan 1 juta perawat di Filipina mendesak pemerintah untuk melakukan pembatasan yang lebih ketat agar penyebaran virus Corona bisa terkendali.

“Saya telah mendengar Anda. Jangan kehilangan harapan. Kami sadar Anda lelah,” kata Presiden Rodrigo Duterte, Minggu (2/4/2020).