Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI Berharap Vaksin Corona Sinovac Siap Edar Februari 2021

27
Vaksin Corona Sinovac
Vaksin Corona Sinovac. (Foto: Warung Sains Teknologi)

Jakarta – Bio Farma akan melakukan uji klinis vaksin Corona Sinovac pada 1.620 relawan. Uji klinis ini rencananya akan dilaksanakan 11 Agustus mendatang.

Uji klinis fase III ini dijadwalkan akan berlangsung selama enam bulan dan selesai pada Januari 2021. Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI, sebagai koordinator dan pengontrol, mengharapkan vaksin Corona Sinovac siap edar Februari 2021.

“Prediksinya diperkirakan Bio Farma akan mengajukan izin edar atau conditional approval atau persetujuan penggunaan di Januari. Jadi sekitar Februari mudah-mudahan bisa dikeluarkan,” ujar Direktur Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BPOM, Dra Togi Junice Hutadjulu, Apt, MHA, dalam siaran pers BNPB, Kamis (6/8/2020).

Sebelum diedarkan secara massal di Indonesia, uji klinik fase III akan dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan PT Bio Farma dan Badan Litbangkes. Pihak Bio Farma juga menyebut telah menyiapkan fasilitas produksi vaksin dengan kapasitas 250 juta dosis.

Uji klinis fase III sendiri bertujuan untuk mengetahui efikasi keamanan dan respon kekebalan tubuh setelah pemberian 2 dosis vaksin SARS-COV-2. Diharapkan tidak ada efek samping serius yang terjadi saat pemberian vaksin sehingga target produksinya bisa berjalan sesuai waktu yang ditetapkan

“Pada saat uji klinik, harus ada persetujuan badan POM. Kami memberikan persetujuan dan jaminan,” pungkas Togi.