Pemda DKI kembali berlakukan PSBB, Apakah Bisa Efektif?

13
PSBB DKI
Pemerintah DKI Jakarta kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). (Foto: Harapan Rakyat Onlne)

Jakarta – Pemerintah DKI Jakarta kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total, dimulai pada 14 September 2020. Ini dilakukan melihat kondisi rumah sakit yang terancam kolaps karena tidak sanggup menampung pasien terinfeksi virus Corona yang terus bertambah dari hari ke hari.

Menurut Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, MSc, PSBB Jakarta yang dilakukan saat ini pasti akan jauh lebih baik dari PSBB transisi sebelumnya. Hal ini bisa berdampak pada penanganan COVID-19 yang juga akan semakin bagus lagi.

Namun, agar lebih efektif Miko meminta untuk mempersiapkan tenaga dan fasilitas kesehatan cadangan. Ini karena menurutnya PSBB ini tidak mungkin bisa langsung menghentikan jumlahpositivity rate yang hampir menyentuh 14 persen.

“Saya minta untuk tenaga dan fasilitas (kesehatan) cadangannya harus disiapkan, karena tidak pasti dalam satu waktu berhenti (positivity rate), masih tetap berjalan,” kata Miko saat dihubungi detikcom, Kamis (10/9/2020).

Menurut Miko, PSBB yang akan dijalankan nanti masih PSBB sedang karena masih ada 11 sektor yang dibuka. Masih ada masyarakat yang belum tau tentang PSBB ini, yang kemungkinan akan tidak peduli dengan kondisi kesehatannya.

Selain itu, ia takut orang-orang semakin tidak peduli dan melanggar aturan yang ada karena terlalu jenuh dengan pandemi yang sudah berjalan selama 6 bulan ini.

“Yang saya takutkan karena ini (pandemi) sudah berjalan enam bulan, masyarakat nggak peduli, dilanggar semua aturan, bahkan petugas keamanan diajak berantem. Nah kalau sudah begitu, sudah parah,” jelasnya.