Uji Klinis Vaksin Corona Oxford-AstraZeneca Dihentikan

14
Vaksin Corona Oxford-AstraZeneca
Ilustrasi. (Foto: Teknologi.id)

Jakarta – Uji klinis kandidat vaksin Corona COVID-19 dari Oxford-AstraZeneca dihentikan sementara karena diduga menimbulkan efek samping misterius. Padahal vaksin ini disebut sebagai salah satu kandidat yang dianggap dunia paling menjanjikan.

AstraZeneca memberikan pernyataan bahwa uji klinis tingkat III vaksin dihentikan sementara sampai tim ahli bisa menganalisa penyebab timbulnya penyakit pada relawan. Keamanan relawan dianggap sebagai faktor paling penting yang harus dipenuhi.

“Kami berkomitmen menjaga keamanan relawan dan memenuhi standar tertinggi uji klinis,” tulis AstraZeneca di situs resminya seperti dikutip pada Kamis (10/9/2020).

The New York Times melaporkan bahwa seorang relawan vaksin di Inggris didiagnosis dengan kondisi transverse mielitis. Orang dengan kondisi ini mengalami peradangan pada tulang belakang yang menyerang lapisan mielin, yaitu selaput yang menyelimuti serat sel saraf.

Transverse mielitis diketahui dapat menyebabkan cedera tulang belakang. Gejalanya mulai dari rasa lemah pada bagian tangan atau kaki, nyeri, hingga sensasi abnormal mulai dari mati rasa, kesemutan, hingga terbakar.

Biasanya transverse mielitis dikaitkan dengan infeksi virus. Oleh karena itu tim ahli sedang menginvestigasi apakah ini benar-benar berkaitan dengan pemberian vaksin.

Vaksin Corona yang dikembangkan Oxford-AstraZeneca sendiri merupakan vaksin yang memanfaatkan teknologi rekayasa genetik. Ilmuwan merekayasa virus jinak (adenovirus) yang biasa menyebabkan pilek untuk membawa materi genetik SARS-COV-2.

Ketika vaksin yang berisi adenovirus ini disuntikkan ke relawan, harapannya tubuh akan memproduksi antibodi terhadap SARS-COV-2 penyebab COVID-19.