Kesepakatan Pemerintah atas Jalan Tol Surakarta-Yogyakarta dengan Konsorsium Swasta

32
Tol Surakarta-Yogyakarta
Jalan tol Surakarta-Yogyakarta-NYIA akan membentang sepanjang 96,5 kilometer. (Foto: Solopos.com)

Jakarta – Konsorsium badan usaha milik negara dan swasta, PT Jogjasolo Marga Makmur, menandatangani perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) dengan pemerintah pada Rabu untuk membangun dan mengoperasikan jalan tol Surakarta-Yogyakarta-New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Jalan tol Surakarta-Yogyakarta-NYIA akan membentang sepanjang 96,5 kilometer dengan nilai investasi sebesar Rp 26,6 triliun (US $ 1,8 miliar). Sebagian dari jalan tol tersebut dijadwalkan akan dibuka pada tahun 2023, dengan jalan tol penuh diharapkan akan dibuka pada tahun 2024.

Konsorsium tersebut terdiri dari operator jalan tol milik negara PT Jasa Marga dan perusahaan konstruksi PT Adhi Karya, serta perusahaan swasta. , yaitu perusahaan konstruksi PT Daya Mulia Turangga dan PT Gama Group, yang kepemilikan gabungannya menjadi mayoritas konsorsium. Konsorsium mendapat konsesi selama 40 tahun untuk jalan tol tersebut.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono memuji keterlibatan swasta dalam proyek yang diharapkan dapat menjadi model untuk proyek-proyek ke depan. “Alhamdulillah konsorsiumnya dipimpin oleh swasta, sedangkan Adhi Karya dan Jasa Marga dilibatkan untuk membagi keahliannya,” ujarnya saat acara penandatanganan perjanjian.

“Entitas tol bisa segera mulai dibangun sehingga bisa dibuka penuh pada 2023,” imbuh Basuki.

Jalan tol tersebut akan meningkatkan konektivitas yang disebut “segitiga emas” Yogyakarta-Surakarta-Semarang (Joglosemar) di Jawa Tengah dan Yogyakarta, serta tujuan wisata terdekat seperti Candi Prambanan dan Borobudur yang bersejarah.

Basuki mengatakan, pemerintah akan menandatangani PPJT lagi untuk jalan tol Bawen-Yogyakarta pada Oktober untuk lebih meningkatkan kawasan Joglosemar.

“Kawasan Joglosemar akan terhubung sepenuhnya dan menjadi segitiga emas bagi pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor pariwisata,” ucapnya. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan, proyek pembangunan jalan tol juga akan membantu mendongkrak perekonomian Indonesia selama pandemi COVID-19.

Perekonomian menyusut 5,32 persen year-on-year (yoy) pada triwulan kedua tahun ini karena turunnya seluruh komponen kegiatan ekonomi.

“Proyek pembangunan jalan tol membantu menggerakkan perekonomian kita melalui penjualan semen, baja dan bahan baku lainnya. Selain itu, proyek juga menyerap tenaga kerja kita, ”ujarnya.

Lebih lanjut, dia mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan instansi terkait untuk memastikan kualitas jalan tol melalui proses perencanaan yang matang mulai dari perancangan hingga pemantauan, karena banyak investor yang berminat untuk terlibat. proyek.

“Banyak investor yang tertarik dengan industri Indonesia. Karena itu, kita perlu menepati janji agar mereka nyaman saat berbisnis dengan kita, ”ujarnya.