Waspada! Infeksi Corona Tak Selalu Disertai Gejala Awal Demam

15
Infeksi Corona Tak Selalu Disertai Gejala Awal Demam
Ilustrasi. (Foto: Infokomputer - Grid.ID)

Jakarta – Salah satu gejala COVID-19 yang paling sering dikeluhkan adalah demam. Tidak heran, jika sejak wabah Corona merebak, para petugas di beberapa tempat maupun fasilitas umum siap mengecek suhu tubuh seseorang sebagai antisipasi mendeteksi salah satu gejala umum COVID-19.

Namun, data baru menunjukkan sebagian pasien COVID-19 tidak mengalami gejala demam pada awal terpapar Corona. Hal ini diungkap pakar dari Australia.

Dikutip dari ABC news, virolog dari University of Sydney, Tim Newsome menduga, gejala demam tidak lagi umum ditemukan adalah pengetahuan baru terkait COVID-19. Namun, apakah ada hubungan dengan mutasi virus Corona, yang menyebabkan infeksi menjadi lebih ringan belum bisa dipastikan.

“Saya belum melihat bukti kuat bahwa virus bermutasi membuat infeksi menjadi lebih ringan, atau virus bahkan berbeda dari sebelumnya secara signifikan,” kata Newsome.

Setidaknya hanya ada puluhan persen kasus Corona baru di Australia yang menunjukkan gejala demam. Sisanya lebih banyak mengeluh batuk, sakit tenggorokan, dan pilek.

Justru ketiga gejala COVID-19 tersebut saat ini menjadi gejala umum. “Batuk, sakit tenggorokan, dan pilek adalah gejala paling umum dari virus Corona yang kami lihat saat ini,” beber seorang juru bicara Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Victoria, Australia.

“Sementara demam terjadi pada sekitar 20 persen pasien, orang tua juga cenderung lebih jarang mengalami demam,” lanjutnya.