Jakarta Menutup Gedung Blok G di Balai Kota Setelah Karyawan dinyatakan Positif Covid-19

47
Balai Kota DKI
Balai Kota DKI. (Foto: Voi.ID)

Matanaga – Pemerintah DKI Jakarta telah menutup sementara seluruh gedung Blok G di Balaikota setelah seorang PNS dinyatakan positif COVID-19.

Keputusan menutup sementara gedung itu tidak ada kaitannya dengan kasus Sekda, kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rabu.

Dia merujuk pada mendiang sekretaris Pemprov DKI, Saefullah, yang meninggal pada Rabu di usia 56 tahun akibat syok septik ireversibel dan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS) akibat COVID-19 di Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Saefullah melayani ibu kota selama 36 tahun.

Menurut Anies, seorang pejabat yang bekerja di gedung Blok G dinyatakan positif COVID-19.

“Salah satunya adalah pejabat eselon II dan seorang lagi masih menunggu hasil tesnya,” tambahnya.

Anies juga mengatakan gedung akan ditutup mulai Kamis hingga Sabtu sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 88/2020 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB).

Pasal 9 peraturan tersebut lebih lanjut mengatur bahwa jika ada kasus COVID-19 ditemukan di antara karyawan, tempat kerja harus ditutup setidaknya selama tiga hari.

Selama penutupan, seluruh gedung Blok G akan dibersihkan dan didesinfeksi, menutup akses bagi mereka yang tidak memiliki izin.

Kota itu melihat kasus harian baru mencapai 1.294 pada hari Rabu, sehingga total penghitungan menjadi 57.469, dengan 1.481 kematian, karena COVID-19.