Kapasitas Tempat Tidur untuk Pasien COVID-19 di Bandung Hampir Habis

28
Petugas medis melakukan simulasi penanganan pasien COVID-19 di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat pada 6 Juni.
Petugas medis melakukan simulasi penanganan pasien COVID-19 di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat pada 6 Juni. (Foto: The Jakarta Post)

Matanaga – Rumah sakit-rumah sakit yang menangani COVID-19 di Bandung, Jawa Barat, mulai kehabisan tempat tidur karena setidaknya 88,6 persen kapasitas sudah ada pemiliknya per hari Minggu (22/11) kemarin.

Sekretaris kota Bandung, Ema Surmana, mengatakan bahwa jumlah pasien COVID-19 telah melonjak secara drastis dibandingkan dua bulan lalu, ketika masih 32,5 persen.

Secara total, Bandung memiliki 704 kasur untuk pasien COVID-19 yang tersebar dari 27 rumah sakit di ibu kota Jawa Barat. Ema mengatakan bahwa dia sudah memerintahkan para kepala daerah di Bandung untuk memberikan tempat kepada para pasien COVID-19 dengan gejala ringan.

“Kami tidak bisa menolak semua orang dari luar kota hanya karena situasi fasilitas kesehatan yang ada saat ini,” kata Ema pada hari Rabu (18/11) pekan lalu.

Bandung telah mencatatkan total 2.689 kasus terkonfirmasi COVID-19 pada hari Kamis (19/11) lalu, dengan 2.219 pasien yang sembuh dan 107 orang meninggal dunia.

Jumlah kasus tertinggi yang terjadi di Bandung adalah pada tanggal 17 dan 18 November, dengan 144 dan 146 kasus yang dilaporkan. Itu merupakan jumlah tertinggi sejak awal pandemi pada bulan Maret lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Bandung, Rita Verita, mengatakan bahwa warga harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, termasuk mengisolasi tamu yang datang dari zona merah, atau area-arena dengan rasio infeksi yang tinggi.

Dia mengatakan bahwa para pemilik rumah harus menerapkan protokol kesehatan tanpa pandang bulu, meskipun tamu yang datang adalah saudara yang sangat dekat. “Kebanyakan kasus juga muncul dari tamu-tamu yang datang dari zona merah,” kata Rita

Beberapa rumah sakit di Bandung juga telah meningkatkan jumlah kasur untuk pasien COVID-19 untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pasien yang meningkat.

Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Bandung (RSKIA) juga telah meningkatkan kapasitas pasien COVID-19 menjadi 26 unit, dari sebelumnya hanya 16, dalam fasilitas isolasinya. Rumah sakit tersebut itu juga berencana untuk makin meningkatkannya hingga mencapai 52.

Direktur rumah sakit, Taat Tagore, mengatakan bahwa ruang isolasi ditempatkan pada lantai kedelapan dan ke-11 rumah sakit. Sekitar 17 pasien dewasa dan empat orang bayi yang sedang dirawat di sana.

Sementara itu, direktur umum Rumah Sakit Umum Hasan Sadikin, Muhammad Kamaruzzaman, mengatakan bahwa kapasitas untuk pasien COVID-19 sudah 89 persen penuh.

“Dari tanggal 12 November, kami mengalami peningkatan yang signifikan [pasien COVID-19], jadi kami harus mengevaluasi ketersediaan dari fasilitas isolasi kami,” tutur Kamaruzzaman.

Dia mengatakan bahwa rumah sakit biasanya menerima pasien COVID-19 dengan komplikasi kesehatan dan penyakit bawaan dari moderat hingga kritis, karena rumah sakit ini sering dijadikan rujukan untuk penyakit-penyakit yang parah di Bandung.

RS Hasan Sadikin telah meningkatkan jumlah kapasitas pasien COVID-19 menjadi 124 tempat tidur. Sejumlah 108 tempat tidur ada di bangunan empat lantai gedung Kemuning dalam kampus rumah sakit, tujuh lainnya di unit perawatan intensif, empat lainnya dalam fasilitas isolasi khusus gedung Kemuning, selagi lima lainnya ada di unit gawat darurat.

Kamaruzzaman mengatakan bahwa rumah sakit tengah menangani 106 pasien per hari Kamis lalu. “Kami berharap agar tidak ada lagi pasien [COVID-19] yang diterima di sini,” katanya.

Dia juga mengimbau agar rumah sakit lainnya di Bandung untuk menerapkan sistem rujukan secara online sebelum mengirimkan seorang pasien di RS Hasan Sadikin untuk memastikan status kedaruratan dari pasien sendiri.

“Kami mencoba untuk selektif dengan pasien-pasien tanpa gejala [atau dengan gejala ringan], yang bisa dirawat dari rumah sakit lain,” kata Kamaruzzaman.