Sara Geurts, Model 26 Tahun yang Menderita Kulit Kendur

252

MataNaga – Apa yang ada di pikiran Anda ketika mendengar seorang model wanita? Tentunya fisik yang tinggi, wajah yang cantik nan mulus, tubuh yang langsing, serta kulit yang kencang akan langsung terlintas di pikiran kita.

Namun, hal tersebut tampaknya tidak berlaku untuk seorang model berusia 26 tahun bernama Sara Geurts ini. Pada 2017 lalu, dirinya sempat menggegerkan dunia permodelan Internasional hal yang unik.

Dilansir dari Teenvogue, wanita asal Minnesota, Amerika Serikat itu menderita penyakit langka bernama Ehlers-Danlos Dermatosparaxis (EDS), sebuah penyakit yang dapat menyebabkan kulit keriput dan kendur layaknya kulit orang lanjut usia.

Apa yang dialami oleh Sara itu termasuk kondisi langka, yang hanya memengaruhi satu dari 5.000 orang di seluruh dunia. Keanehan tersebut mulai dirasakan oleh Sara ketika usianya menginjak tujuh tahun.

Dirinya pun melakukan pengecekan dan pengobatan secara bertahap. Hingga pada akhirnya, Sara kemudian didiagnosis mengidap penyakit langka bernama EDS tersebut di usianya yang baru menginjak 10 tahun.

Tidak hanya bentuk kulitnya saja yang berubah, tapi dirinya juga mulai merasakan sakit di beberapa persendian layaknya orang lanjut usia. Hal tersebut pun membuat dirinya harus menjalani terapi fisik, pijat, dan semacamnya.

Sara merasakan malu dengan kehidupan sosialnya ketika memasuki usia remaja. Dirinya merasa sangat berbeda dengan gadis-gadis lain yang tumbuh menjadi remaja yang anggun, cantik, dan normal.

Walau begitu, lama kelamaan dirinya mendapatkan dukungan moral dari orang-orang yang berada di sekitarnya, untuk tidak malu tampil di depan umum dan menyerah dengan keadaan. Dengan dukungan tersebut, Sara pun mencoba untuk mengeksiskan dirinya dengan terjun ke dunia modeling.

Diketahui dirinya memang menyukai dunia modeling sejak muda. Dirinya pun memutuskan untuk masuk ke dunia modeling meskipun kulitnya membuat ia tampak seperti orang lanjut usia. Berkat keberaniannya untuk unjuk gigi di depan publik, Sara kini berhasil menjadi seorang model di usia yang muda untuk umurnya.

Belajar dari pengalamannya, Sara mengatakan bahwa tak percaya diri dapat memicu pola pikir yang buruk dan dapat membuat stres. Dalam semua kehidupan, yang dibutuhkan hanyalah mencintai diri sendiri dan membuat nyaman.

Dengan hal tersebut, dirinya berharap dapat memberikan inspirasi kepada orang lain dan membuat mereka mencintai diri mereka sendiri, menjadikan kelainan sebagai alat untuk menunjukkan kepada dunia bahwa mereka unik dan berbeda.