Begini Kisah Alquran Tertua di Dunia Berada di Tanah Inggris

187

MataNaga – Bagi Anda yang beragama islam, pernahkah terpikirkan di mana dan seperti apa bentuk rupa Alquran tertua di dunia? Bila penasaran, Anda dapat mengunjungi perpustakaan di University of Birmingham, Inggris.

Ya, dikabarkan sudah lebih dari 100 tahun lamanya manuskrip berhuruf Arab tersebut tersimpan di perpustakaan tersebut. Bahkan, kabarnya manuskrip yang merupakan Alquran itu awalnya sama sekali tidak disadari akan keberadaannya.

Dilansir dari Daily Mail, naskah kuno tersebut merupakan bagian dari Mingana Collection yang terdiri dari 3.000 dokumen Timur Tengah yang tengah dikumpulkan oleh Alphonse Mingana. Sekadar informasi, Alphonse sendiri merupakan Imam Kasdim (Chaldeans) yang lahir di dekat Mosul, Irak, pada 1920-an.

Berawal dari niatan untuk mengumpulkan naskah-naskah kuno di Timur Tengah dan disponsori oleh Edward Cadbury, yang merupakan jutawan terkenal. Tentu, Anda juga menyadari bahwa Edward Cadbury merupakan bagian dari sebuah dinasti pembuat cokelat ternama di dunia.

Suatu hari, sebuah peneliti doktoral atau PhD tengah menelaah lebih dalam halaman demi halaman soal manuskrip tersebut. Hingga pada akhirnya peneliti tersebut memutuskan untuk melakukan uji penanggalan radiokarbon, yang menghasilkan jawaban cukup mengagetkan.

Dari penanggalan radiokarbon tersebut terungkap, diketahui naskah kuno tersebut memiliki usia setidaknya mencapai 1.370 tahun. Hal tersebut membuat barang tersebut menjadi Alquran versi paling pertama, sekaligus paling tua di dunia.

Diketahui, manuskrip tersebut ditulis dengan huruf Hijazi, yakni huruf awal dari Bahasa Arab.

Dr. Muhammad Isa Waley selaku ahli Perpustakaan Inggris atau Bristish Library mengatakan bahwa temuan menarik tersebut akan membuat umat muslim bergembira.

Susan Worrall, yang merupakan direktur koleksi khusus University of Birmingham mengungkapkan bahwa para peneliti sama sekali tidak pernah mengira bahwa Alquran tersebut begitu lama.

“Mengetahui bahwa kami memiliki salah satu fragmen Alquran tertua di muka Bumi, rasanya sungguh luar biasa,” ucapnya dikutip dari Daily Mail.

Hal tersebut juga turut mengundang komentar dari David Thomas, yang merupakan dosen pengetahuan tentang Kristen dan Islam di University of Birmingham.

Dikatakannya, penemuan Alquran tertua tersebut dapat menjadi tapak tilas untuk kembali ke masa-masa awal berdirinya agama Islam.

“Naskah tersebut membuat kita melakukan napak tilas ke masa-masa awal berdirinya agama Islam,” ucap Thomas.

“Menurut keyakinan Muslim, Nabi Muhammad menerima wahyu yang kemudian dibukukan dalam Alquran, antara tahun 610 dan 632 — ketika beliau wafat,” tambahnya menjabarkan.

Disinyalir pasca melakukan uji radiokarbon di Oxford University Radiocarbon Accelerator Unit, fragmen-fragmen tersebut ditulis di atas lembaran kulit domba atau sapi.