Gerakan #2019GantiPresiden Berhasil Bawa RA Jadi Wisudawan Terbaik dengan IPK 4,00

123
Gerakan 2019 Ganti Presiden. (Foto: MataNaga)

MataNaga – Gerakan 2019 Ganti Presiden yang sering digaungkan oleh Mardani Ali Sera dan Neno Warisman berhasil membuat Regita Anggia meraih IPK sempurna di Universitas Padjajaran. Tak main-main, Regita mendapatkan nilai IPK sempurna yakni 4,00 dan mendapatkan gelar sebagai wisudawan terbaik.

Kisah Regita juga turut diunggah oleh Mardani Ali Sera melalui Twitter miliknya, @MardaniAliSera, Sabtu (9/2/2019). Dalam kicauannya, Mardani memuji Regita yang menuliskan skripsi dengan dasar Gerakan 2019 Ganti Presiden yang sering bertengger di sosial media.

Wisudawan terbaik UNPAD, judul skripsinya: “Pengaruh Sikap pada #2019GantiPresiden sebagai Gerakan Populis Terhadap Partisipasi Politik Pemilih Pemula Universitas Padjadjaran Melalui Penggunaan #2019GantiPresiden di Media Sosial,” tulis Mardani Ali Sera sambil memberikan emotikon.

Sementara dilansir oleh situs unpad.ac.id, diketahui Regita yang diwisuda pada Rabu (6/2/2019) merupakan mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi. Regita mengatakan semenjak awal masuk kuliah, dirinya telah termotivasi untuk mendapatkan nilai sempurna karena seniornya pernah mengalami hal yang serupa.

Regita merupakan mahasiswi yang aktif di kelas walaupun ia mengakui dirinya bukan orang yang senang membaca buku. Mahasiswi ini pernah meraih sejumlah gelar juara di beberapa kompetisi antar kampus.

“Ke depannya saya ingin terus meneliti, karena amat sangat senang penelitian, lalu ingin lebih baik juga, dan ingin melampaui batas,” ujar Regita. Diketahui, Mardani Ali Sera penggagas Gerakan 2019 Ganti Presiden pernah menjelaskan terkait tagar yang digaungkannya tersebut.

Disampaikan Mardani Ali Sera saat menjadi narasumber di acara Mata Najwa, ia menjelaskan awal mula gerakan tersebut, Rabu (5/9/2019).

“Tidak ada dalam pikiran saya untuk menggerakkan kondisi yang seperti sekarang. Jadi ceritanya itu diundang ke satu stasiun TV, kemudian ada dialog, tapi kok kayaknya nggak seimbang, yang memuji Pak Jokowi bagus banyak sekali,” ujar Mardani Ali Sera yang juga politisi PKS ini.

“Akhirnya saya katakan, nggak kok Pak Jokowi bisa kita kalahkan di 2019. Kemudian diundang lagi, kita katakan 2019 kita akan ganti presiden,” jelas Mardani yang dikutip dari Tribun Video. Semua itu berasal dari ucapan kemudian naik ke dunia maya kemudian ketemu tagar namun akhirnya sambutan masyarakat luar biasa terhadap tagar ini.

Merasa bertanggungjawab, Mardani Ali Sera membuat buku mengenai maksud dari tagar 2019 Ganti Presiden. Buku tersebut berisi mengenai isi dan landasan hukum, makna dan strateginya. Ia kemudian lanjut menjelaskan tujuan dari dibentuknya tagar ini.

“Kalau sekarang jelas kita ingin menjadi kontestan Pak Jokowi di 2019 pada 17 April 2019.” “Kita ingin menghadirkan demokrasi yang tangguh sehingga Pak Jokowi punya lawan yang seimbang,” ujar Mardani.

Baca juga: 
5 Kampus Penghasil Miliarder Terbanyak di Dunia
Harga Internet Indonesia Termurah di Dunia, Inilah Dampak Buruknya
17 Tahun Sudah Jadi Pebisnis, Putri Tanjung, Anak Chairul Tanjung