Arkeolog Temukan Spesies Baru Manusia Purba di Filipina

156
Manusia Purba
Arkeolog Temukan Spesies Baru Manusia Purba di Filipina. (Foto: MataNaga)

MataNaga – Armand Mijares, seorang profesor arkeologi menemukan spesies baru manusia purba di gua Cagayan, Filipina. Mijares dan tim menamakan spesies temuannya itu dengan nama Homo luzonensis.

Proses penemuan spesies baru ini dilakukan oleh Mijares dan tim sejak 2011. Saat itu, Mijares dan rekannya menemukan lebih banyak fosil mirip manusia termasuk gigi, bagian tulang paha dan tulang tangan.

Empat tahun kemudian, mereka menemukan dua molar lagi, yang diprediksi berusia 50 ribu tahun. Di gua Cagayan, Mijares dan tim menemukan dua tulang dewasa dan seorang anak.

Menurutnya, tulang-tulang tersebut berusia 50 ribu hingga 67 ribu tahun. Periode yang sama juga menjadi rentang hidup manusia purba jenis Neanderthal, Denisovan, Homo sapiens, dan Homo floresiensis.

Dua tulang tangan dan tiga tulang kaki juga menunjukkan anatomi yang unik dari spesies Homo luzonensis ini. Meskipun dipisahkan oleh jutaan tahun evolusi, tulang jari luzonensis sangat mirip dengan Australopithecus afarensis yang hidup antara 3 juta sampai 4 juta tahun.

“Jika Anda mengambil fitur satu per satu, Anda juga akan menemukannya dalam satu atau beberapa spesies hominin namun jika Anda mengambil seluruh kombinasi fitur tak ada spesies lain dari genus Homo serupa yang mengindikasikan bahwa mereka termasuk dalam spesies baru,” kata ahli Paleoantropologi asal Prancis Florent D├ętroit.

Fosil hominin tertua yang berumur lebih dari 6 juta tahun pertama kali ditemukan di Afrika. Selama jutaan tahun, hominin bertubuh pendek dan memiliki volume otak kecil.

Sementara fosil Homo yang pertama kali ditemukan berada di luar Afrika yakni Homo erectus sekitar 1,8 juta tahun lalu di Asia Timur dan Asia Tenggara. Di Indonesia, Homo erectus termuda ditemukan berusia sekitar 143 ribu tahun.