Ada Gerhana Matahari Total

125
Ada Gerhana Matahari Total
Ada Gerhana Matahari Total (Foto: Liputan6)

MataNaga – Pada 2 Juli 2019, gerhana matahari total dilaporkan akan muncul di langit Samudera Pasifik, Chile, dan Argentina. Sayangnya, fenomena langit ini tidak bisa dilihat di Indonesia.

Peristiwa gerhana matahari total ini hanya bisa dilihat di daerah Amerika, mulai dari La Serena di Chile sampai bagian selatan Buenos Aires di Argentina. Sedangkan puncak gerhana akan terjadi saat langit Indonesia sudah gelap karena malam hari.

Menurut laporan CNN yang dikutip Selasa (2/7/2019), jika Anda tak bisa menyaksikan langsung gerhana matahari total itu, fenomena tersebut bisa dilihat melalui live streaming atau tayangan langsung yang disediakan oleh Exploratorium Museum San Fransisco dari National Science Foundation’s Cerro Tololo Observatory di Chile.

Live streaming akan dimulai pukul 00.23 waktu Pasifik dilanjutkan dengan paparan informasi dari ahli dan ilmuwan NASA pada pukul 01.00 waktu Pasifik.

Indonesia memiliki perbedaan waktu 11 jam, jadi fenomena ini bisa dilihat pada 3 Juli sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WIB. Sejumlah media asing menyiarkan detik-detik terbentuknya gerhana matahari total itu via live streaming.

Selain Exploratorium Museum San Fransisco, The European Southern Observatory (ESO) juga menayangkan live streaming di La Silla Observatory, dekat gurun Atacama di Chile. Live streaming tersebut akan dimulai pukul 12.15 waktu pasifik atau sekitar pukul 02.15 WIB.

Detik-Detik Fase
Menurut informasi yang beredar, gerhana sebagian dimulai pada pukul 16.55 UTC atau Selasa 2 Juli pukul 23.55 WIB. Gerhana matahari total dimulai pada 3 juli pukul 01.01 WIB dan puncaknya terjadi pada 3 Juli 2019 pukul 02.22 WIB.

Gerhana matahari total akan berakhir pada 3 Juli 2019 pukul 03.44 WIB, sedangkan gerhana matahari sebagian berakhir pada 3 Juli 2019 pukul 04.50 WIB.

Baca juga:
Awal Tahun 2019 Disambut Gerhana Bulan Darah Serigala
Peristiwa Langit Maret 2019, Planet Sejajar dengan Matahari Hingga Ekuinoks