Ini Dugaan Penyebab Gerai Supermarket Giant Ditutup Kembali Versi Aprindo

50
Toko Giant
Ini Dugaan Penyebab Gerai Supermarket Giant Ditutup

MataNaga – Langkah Supermarket Giant ditutup dinilai merupakan upaya perusahaan untuk tetap bertahan di tengah persaingan bisnis ritel yang semakin ketat. Penutupan tersebut juga dianggap sebagai hal biasa di bisnis ini.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta, mengatakan saat ini bisnis ritel sudah berkembang pesat dengan persaingan yang semakin ketat. Terlebih dengan munculnya beragam platform jual beli online yang menawarkan produk-produk seperti yang dijual di toko ritel luring (offline).

“Bisnis ritel ini sekarang berubah, sehingga siapa yang terkena dampak? Saya kira Giant yang saat ini terkena dampak. Dampak dari apa? Ya atas persaingan itu sendiri. Karena produk yang dijual itu sama dengan ritel lain, baik yang di offline maupun di online. Sehingga dia melakukan amputasi dengan menutup toko mereka,” ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Senin (24/6).

Menurut Tutum, Giant juga pasti telah memiliki pertimbangan yang matang sebelum memutuskan untuk menutup sejumlah tokonya. Yang menjadi pertimbangan biasanya lantaran toko tersebut tidak mampu berkontribusi terhadap pendapatan perusahaan, bahkan hanya menjadi beban bagi keuangan perusahaan.

“Pasti ada faktor-faktor yang diperhitungkan sehingga berani melakukan langkah itu. Karena image-nya kan sanga jelek (dengan menutup toko). Tetapi outlet tersebut sudah tidak bisa dipertahankan lagi, akan menggerogoti perusahaan secara keseluruhan. Tidak hanya Giant, perusahaan mana pun pasti begitu. Jadi dilakukan lah penutupan, apalagi outlet-outlet tersebut sudah tidak bisa memberikan kontribusi atau ke depan tidak menjanjikan lagi,” jelas dia.

Namun demikian, lanjut Tutum, ritel hingga saat ini masih menjadi bisnis yang menjanjikan. Dia berharap apa yang dialami Giant tidak terjadi pada perusahaan lain.

“Ini karena Giant perusahaan publik, makanya mereka menginformasikan kepada media bahwa dia akan tutup dan di toko-toko mereka diadakan diskon dengan penutupan tersebut,” tandas dia.

Sebelumnya, PT Hero Supermarket Tbk melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK karyawan sebanyak 532 orang sepanjang 2018. Sebab, perseroan menutup 26 gerai jaringan ritel Giant Supermarket.

Corporate Affairs GM PT Hero Supermarket Tbk, Tony Mampuk, mengatakan terus memburuknya kinerja perusahaan sejak kuartal III 2018 membuat perusahaannya terpaksa mem-PHK karyawannya.

“Sampai dengan kuartal III tahun 2018, PT Hero Supermarket mengalami penurunan total penjualan sebanyak 1 persen atau senilai Rp 9,849 triliun di mana perolehan tahun 2017 adalah Rp 9,961 miliar,” terangnya.

Diterangkan dia, 26 gerai ritel yang ditutup di sepanjang 2018 di seluruh Indonesia, adalah ritel Supermarket Giant ditutup. “26 toko telah ditutup dan dari 532 karyawan yang terdampak dari kebijakan efisiensi tersebut, 92 persen karyawan telah menerima dan menyepakati untuk mengakhiri hubungan kerja (PHK), serta telah mendapatkan hak sesuai dengan Undang-Undang Kementerian Tenaga Kerja RI No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” bilangnya.