Benarkah Bikin Vagina Longgar Jika Terlalu Sering Berhubungan Seks?

60
Benarkah Bikin Vagina Longgar Jika Terlalu Sering Berhubungan Seks?
Ilustrasi. (Foto: Ladiestory.id)

Jakarta – Selama ini, banyak orang berpikir ukuran lubang vagina bisa longgar karena hubungan seksual. Padahal, hal itu hanyalah mitos belaka.

Pakar obstetri dan ginekologi dari New York, Alyssa Dweck pun mengatakan hal yang sama.

“Hubungan seks tidak akan mengubah ukuran vagina kecuali kalian melakukan aktivitas seksual dengan cara yang tidak biasa,” ucapnya, dilansir dari laman Health.

Menurutnya, vagina mengandung banyak saraf dan suplai darah yang membuat ukurannya bisa kembali ke kondisi semula ketika melakukan hubungan seksual.

Ketika seorang wanita mengalami rangsangan seksual, vagina akan mengeluarkan cairan yang berfungsi sebagai pelumas.

Akibatnya, lubang vagina akan mengembang dan melebar untuk memudahkan penetrasi penis sehingga memicu rasa sakit.

“Ukuran vagina akan kembali normal ketika gairah dan aktivitas seksual selesai,” ucap Dweck.

Oleh karena itu, mitos mengenai vagina yang longgar karena hubungan seksual adalah hal yang keliru.

Dweck juga mengatakan ukuran lubang vagina memang bisa mengalami perubahan ketika aktivitas seksual terjadi beberapa kali.

“Ketika pertama kali berhubungan seksual, lubang vagina memang lebih rapat karena ada selaput darah yang menutupinya,” ucap Dweck.

Selaput darah adalah selaput tipis yang menutupi lubang vagina semua wanita sejak lahir.

Selaput dara bisa saja rusak karena penggunaan tampon atau olahraga. Meski tanpa selaput darah, kata Dweck, lubang vagina juga tidak akan melonggar.

Apakah melahirkan membuat vagina longgar? Melansir laman Health, persalinan pervaginam bisa merengangkan saluran dan mengakibatkan pembukaan vagina secara permanan, terutama ketika proses persalinan dibantu dengan menggunakan forceps atau alat untuk mengeluarkan bayi.

“Bayi ukuran empat kilogram pun bisa melewati vagina. Meski tidak akan kembali 100 persen seperti sedia kala, vagina tetap bisa kembali menyerupai kondisi normal,” kata Dweck.

Akan tetapi, wanita yang mengalami robekan atau episiotomi yang besar selama persalinan sangat kecil kemungkinannya memiliki vagina dengan kondisi seperti sedia kala.

Ahli obstetri dan ginekologi dari California, Sherry A. Ross, mengatakan lubang vagina yang longgar bisa kembali mengecil ketika wanita mengalami menopause.

“Saat menopause, wanita jarang melakukan hubungan seks dan produksi estrogen juga mengalami penurunan sehingga membuat lubang vagina mengecil,” ucap Ross.

Ross juga menambahkan, ukuran lubang vagina sebenarnya tidak mempengaruhi kualitas seksual pasangan.

” Vagina yang longgar sebenarnya tidak memberi pengaruh yang signifikan pada kepuasan seksual. Jadi, hal itu bukan sesuatu yang patut dirisaukan,” tambahnya.