Kisah Murni: Kuserahkan Tubuhku Demi Anak Bos

1220
Kisah Murni; Kuserahkan Tubuhku Demi Anak Bos. (Foto: MataNaga)

MataNaga – Vincent (24 tahun) merupakan anak dari orang kaya, namun bisa dibilang hidupnya tidak merasa bahagia dan amat kesepian.

Selain karena ia anak tunggal, Vincent juga tak pernah mendapat perhatian khusus dari kedua orang tuanya yang lebih sering bekerja ke luar negeri dan jarang berada di rumah.

Meski apa yang diinginkan Vincent terbilang mudah didapatkan karena uangnya yang melimpah, namun tetap saja rasa bahagia itu tidak ia dapatkan.

Suatu hari, rumahnya kedatangan seorang gadis berparas manis, bernama Murniati (18 tahun) yang mengatakan jika dirinya datang dari kampung untuk bekerja sebagai pembantu di rumah Vincent.

Murniati mengatakan jika ia mendapat perintah dari ibunya, Sarimin (46 tahun) yang juga pernah bekerja sebagai pembantu di rumah Vincent.

Sarimin harus pulang ke kampung karena ayahnya sedang sakit, jadi ia meminta untuk Murni (panggilan akrabnya), untuk menggantikannya sementara.

Karena terbilang cuek, Vincent mempersilahkan Murni untuk masuk ke rumahnya dan bebas apa mau langsung bekerja atau melihat-lihat isi rumah.

Namanya juga dari kampung dan sudah terbiasa bersih-bersih, maka Murni memilih untuk langsung bersih-bersih rumah.

Sambil bermain smartphone-nya, Vincent sesekali melihat Murni yang memang terlihat manis, sehingga ada rasa suka dalam hatinya.

Namun, ia tak mau rasa sukanya benar-benar tumbuh sepenuh hati. Pastinya Vincent merasa gengsi jika nantinya punya pasangan seorang pembantu.

Karena itu, Vincent meminta agar Murni ke dapur dan membuatkannya es jeruk dan mengambil buah jeruknya yang sudah ada di kulkas.

Setelah selesai membuatkannya, Murni datang dan melemparkan senyum manisnya ke Vincent sambil memberikan segelas es jeruk tersebut.

Maka terpanah asmaralah Vincent melihat senyum manis dari Murni. Di sisi lain, Vincent juga dibuat bangkit nafsu seksnya, karena saat menaruh gelas dengan posisi bungkuk, ia melihat indahnya belahan buah dada Murni, ditambah ada hiasan tahi lalat seakan membuat Vincent semakin terpana.

Pada hari pertama Vincent tidak ingin berbuat banyak karena masih jaim alias jaga image. Jadi, sambil minum es jeruk ia hanya mengajak Murni untuk mengobrol-ngobrol tentang kisah kehidupan mereka masing-masing.

Keesokan harinya, Vincent pulang kerja dalam keadaan basah kuyup karena kehujanan. Biasanya, ia pergi kerja naik mobil, namun karena saat itu Vincent sedang malas membawa mobil, jadi dia memutuskan untuk membawa motor.

Saat sampai di rumah, ia langsung membuka baju dan celananya di rumah, hingga menyisakan celana boxer saja. Karena udara dingin, tentu membuat ‘adik’ Vincent juga terbangun dan menonjol di celana boxer itu.

Di saat bersamaan, Murni datang sudah menyediakan teh manis hangat. Bagaikan sudah ada skenario, saat itu Murni yang baru mau mandi hanya menutup tubuhnya dengan mengenakan kain khas kampungnya.

“Maaf ya kak Vincent baju aku begini, soalnya tadi lagi mau mandi. Apa kak Vincent mau dibuatkan air panas untuk mandi? Kalau mau, pakai air panas aku saja dulu,” tanya Murni.

Nafsu seks Vincent pun semakin meningkat dan ‘adik’nya juga langsung mengeras karena telah melihat ada ‘kamar kosong’ yang siap ia singgahi.

Vincent mengangguk tanda setuju lalu ia mengikuti Murni yang sedang menuang air panas. Setelah itu, Murni mencampurkannya dengan air dingin dari bak mandi sambil berjongkok menyentuh air tersebut dengan tujuan agar airnya siap pakai untuk mandi.

Begitu ia berdiri, tanpa disadari pintu kamar mandi sudah tertutup, lalu kain yang menutupinya langsung terbuka dan Murni juga langsung mendapat pelukan yang sangat erat dari majikannya.

Ya, tanpa ia sadari, rupanya Vincent sudah menunggunya sambil melepaskan celana boxernya ketika Murni sedang menyiapkan air panas untuknya.

“Murni, tidak tahu kenapa aku jadi suka sama kamu. Kita mandi sama-sama dan bercinta sekalian yuk, gaji kamu nanti aku tambah dan kalau perlu kita menikah saja,” jelas Vincent yang langsung melahap bibir dan buah dada Murni secara membabi buta.

Tidak hanya itu, Vincent juga langsung menggerakkan pinggangnya ke arah pinggang Murni seperti paku yang sedang dipantekan oleh palu ke tembok.

Murni hanya bisa pasrah tetapi juga menikmatinya. Sebab, selain karena penghasilannya akan bertambah, ia juga merasa senang sebab pria yang menjamah tubuhnya adalah sosok pria yang wajahnya cakep, apalagi bersedia menikahinya.

Disambutlah Vincent dengan goyangan mautnya di kamar mandi. Singkat cerita, Vincent menghubungi kedua orang tuanya dan mengaku ingin menikahi Murni.

Semula, orang tua Vincent kaget dan mengaku tidak setuju. Namun, karena Vincent bersikeras dan mengatakan Murni lebih bisa menemani hidupnya ketimbang mereka, maka orang tuanya tidak bisa berbuat banyak.

Beberapa bulan setelahnya, Vincent pun berhasil menikahi Murni. Seorang pembantu yang baru bekerja di rumahnya dua hari, namun langsung ia genjot.

Baca juga:
Kisah Dita: Kugadai Perawan ku demi BMW
Kisah Fitri: “Dijebak” Anak Majikan
Kisah Pak BOWOK: Ketangkap KPK, Malah “Keenakan”
Kisah Indra & Tina: Skandal Seks di Facebook Tersebar