Kisah Ringgo: Kugenjot Tubuh Tante Lala Demi Uang Jajan

7990
Kisah Ringgo. (Foto: MataNaga)

MataNaga – Ringgo (19 tahun) seorang mahasiswa di salah satu universitas negeri di Semarang tengah memasak mie instan di dapur kostannya. Saat itu, ada tante Lala (42 tahun) yang juga sedang berada di dapur sedang membuat jus tomat.

Tante Lala adalah seorang janda tiga orang anak, di mana ia telah bercerai dengan suaminya dari lima tahun yang lalu.

Saat itu, ia sedang berada di Semarang untuk alasan pekerjaan dan demi menghemat, maka tante Lala lebih memilih untuk tinggal di kostan selama dua minggu.

Karena sudah lama tak mendapat disentuh pria dan juga tidak lagi menikmati hubungan seks dalam waktu yang cukup lama, maka ia pun menggoda Ringgo.

Beruntung bagi tante Lala karena ia benar-benar memperhatikan kecantikan dan bentuk tubuhnya, hingga setidaknya meski sudah mulai ada keriput setidaknya ia masih sedap untuk dipandang.

Ia pun membuatkan Ringgo segelas jus tomat, kemudian merayu pemuda yang usianya mirip dengan anak bungsunya tersebut. Rayuannya tentu untuk mengajaknya berhubungan badan.

Sebelum Ringgo menolak, tante Lala langsung memberikan tawaran jika dirinya akan memberikan uang makan untuk Ringgo selama satu bulan, lalu uang jajan tambahan, disertai dengan uang kuliah satu semester yang bersedia ditanggungnya.

Sebuah tawaran yang sangat menggiurkan pastinya, sambil melahap mie instan buatannya dan berbincang-bincang dengan tante Lala, akhirnya Ringgo sepakat untuk memuaskan tante Lala di atas ranjang.

Meski buah dada tante Lala mulai kendur, namun tidak menjadi masalah bagi Ringgo untuk bisa meremas-remas dan bercinta dengan wanita yang bisa saja menjadi ibunya tersebut.

Hari demi hari berlalu dan hampir setiap harinya Ringgo selalu menginap di kamar tante Lala dan kadang juga sebaliknya.

Aksi ini rupanya mulai ketahuan dan membuat beberapa penghuni kost lainnya merasa risih dan mengetahui jika Ringgo dan tante Lala telah berbuat aksi mesum.

Apalagi, tempat sampah yang berada di kamar mereka masing-masing pernah terlihat beberapa bungkus kongdom yang tidak masuk dengan benar di dalam tempatnya sehingga menjadi barang bukti yang kuat untuk menjadi laporan.

Karena mulai tak tahan, mereka pun sepakat untuk melaporkan kepada pemilik kost sambil meminta sang pemilik kost datang dengan membawa polisi untuk langsung memberikan tindakan.

Pada hari terakhir si tante Lala di kostan tersebut, sang pemilik kost datang dengan mengetok-ngetok pintunya.

Dalam benak si tante Lala, pemilik kost tempat ia tinggal datang hanya untuk meminta tagihan dan ia juga mengira sang pemilik kost tidak akan tahu apa-apa jika ia punya hubungan dengan Ringgo.

“Uangnya saya taruh di amplop bawa pintu saja yaa… Aah… Saya sedang tanggung lagi sibuk, maaf!” ujar tante Lala yang ternyata saat itu juga sedang ‘digenjot’ oleh Ringgo.

Mendengar suara desahannya itu, maka polisi yang sudah hadir di tempat pun langsung mendobrak pintunya dan langsung menangkap Ringgo dan tante Lala.

Keduanya sempat berbohong dengan alasan mereka adalah pasangan ibu dan anak yang sedang belajar edukasi seksual.

Tentu saja alasan mereka tidak bisa dipercaya, karena selain nama yang tertera pada KTP yang berbeda, juga pastinya tidak akan ada anak dan ibu yang normal belajar tentang seks tetapi dipraktekan secara bersamaan.

Baca juga:
Kisah Agung: “Praktek Langsung” dengan Guru Biologi di WC Sekolah
Kisah Sejoli: Gudang Belakang Menjadi Saksi Bisu Birahi Mereka
Kisah Wina dan Anton: Hujan- Hujan Langsung “Wikwikwik” Sampai Basah
Kisah Yudi dan Irma: Terlena Birahi, Siswa SMA ini Melakukan di Bawah Meja
Kisah Rio & Belinda: Birahi Seks Terlampiaskan di Toilet Lapangan Futsal