Kisah Ridho: Pengalaman Menggenjot Ibu Tiri yang Kesepian 

2132
Kisah Ridho. (Foto: MataNaga)

MataNaga – Namaku Ridho, diawali dengan perceraian orang tua yang dikarenakan bapak sudah 2 kali ditangkap polisi dan beberapa hari di penjara karena judi. Aku ikut bapak sedangkan adikku ikut ibu, bapak dan aku pindah ke kota S.

Tidak ada yang istimewa dari kehidupan kami selanjutnya kecuali tentang seks bapak dan ibu tiriku ini. Kadang kalau aku ke dapur lewat kamar bapak, aku sering dengar erangan kenikmatan dari ibu tiriku. Dengan jelas aku bisa lihat perempuan umur 36 itu sangat cantik dengan pantat dan “t*ket” yang besar.

Bapak sangat kasar menggenjot pantat ibu tiriku hingga bapak menyiramkan pejuhnya ke m*meknya dan dengan sigap ketika k*ntol bapakku keluar ibu tiriku langsung mengulumnya. Tiba-tiba musibah datang, bapak kembali di penjara kali ini karena membunuh lawan judinya dan di hukum 8 tahun.

Kini tinggal aku dan ibu tiriku yang ada di rumah, ibu tiriku coba buka usaha counter hp untuk biaya hidup kami dan aku masih melanjutkan sekolah yang baru kelas 1 SMA. Seperti hari biasa aku pulang sekolah dengan berjalan kaki. Tiba di rumah aku lihat counter tutup aku langsung ke dalam, terdengar suara ibu tiriku “Masuk Dho, ibu sedang di kamar”.

Tanpa minta izin aku langsung buka pintu kamarnya. Tapi pemandangan yang indah yang aku dapatkan, ibuku sedang ngangkang dan tangannya mengorek m*meknya sendiri tampaknya ibu sedang masturbasi sambil liat film porno dari DVD. Ibu tampak kaget tapi tidak berhenti dengan aktivitas masturbasinya.

Tidak lama berselang ibu keluar kamar seperti biasa. Makin hari ibu semakin berani dari mulai dari masturbasi di ruang TV sampai keluyuran di dalam rumah cuma pake kaos dan celana dalam tanpa celana.

Suatu hari aku beranikan diri bilang “Bu, kok suka pakai celana dalam doang?”
“Kenapa Dho kamu gak suka?”
“Suka Bu, tapi suka buat anunya Ridho tegang”

“Ya tinggal di crotin kan beres masa gitu aja gak bisa, apa mau ibu yang bantu” kata Ibuku sambil melet.
“Ya ridho sih pengen banget di bantuin” .

Tanpa diduga ibu langsung jongkok, ibu langsung jilatin “torpedo”ku. Aku hanya merem melek ngerasa terbang, ibuku terus kocokin sambil diemutnya kepalanya. Sudah 10 menit ibu tiriku dengan binal ngocokin, mungkin kesal gak keluar juga ibu tiri ku ngarahin tanganku ke t*ketnya, empuk, besar, dan kenyal.

Tiba-tiba aku rasa ada yang mau “keluar” langsung saja aku jambak ibu tiriku dan aku maju mundurkan wajah ibuku hingga keluarlah cairan kenikmatan yang banyak langsung ke mulut ibu tiriku yang langsung dia minum

“Maaf ya Bu”.
“Gak apa Dho, Ibu juga udah kangen pengen minum pejuh ko, kalo kamu pengen lagi bilang aja, tapi lain kali masukin ke lubang ibu aja, masa cuman kamu aja yang enak”.
Aku nyengir aja “Gimana kalo malam- malam aku pengen Bu?”

“Ya udah mulai nanti malam kamu tidur di kamar ibu aja, asal kamu mau janji”.
“Janji apa bu?”
“Selama bapakmu gak ada jangan panggil ibu, panggil aja sayang ato apa, kamu juga harus mau muasin kalo aku lagi pengen, dan yang terakhir aku suka kalo dikatain jorok”, sambil nyubit pahaku lalu pergi ke counter.

Malamnya aku tidur bareng ibu tiriku yg kini ku panggil sayang.
“Dho kamu udah tidur?”
“Belum sayy, kenapa?”
“Susu aku emutin dong gatel nih” sambil nyodorin t*ketnya yg besar dan puting yg kecoklatan. Tanpa nunggu lama langsung aku caplok tuh.

Ibu tiriku mendesah, dan tangan ku pun mulai menelusup ke arah lubang kenikmatannya yang ternyata sudah becek, aku mainkan jariku.
“Genjot aku Dho, pengen banget!”

Mendengar rengekan vulgarnya aku langsung buka semua baju ibu tiriku dan aku, aku kangkangin dia dan langsung aku masukin senjataku ke lubang kenikmatannya.
“Aahhhh masukin semua, enak kan lubang ibu” sambil dia remas t*ketnya sendiri
“Iya enak banget, dasar mem*k pelacur!” aku sendiri kaget karena keceplosan.

“Nungging sayy aku pengen liat kamu kaya anjing” tanpa diminta lagi ibu tiriku langsung nungging, sangat jelas pantat besarnya yang menantang. Aku sodok dari belakang sambil jambak rambutnya, “aaahhhh enak”

Beberapa menit kemudian aku rasa mau klimaks “keluarin dimana sayy?”“Di dalam saja”
Croootttt croot keluar sudah pejuh ku yang banyak. Ibu tiri ku tersenyum puas.
Kita tidur berpelukan tanpa baju…

Paginya Aku terbangun tapi ibu sudah tidak ada, aku keluar kamar dengan masih bugil ternyata ibu tiriku sedang masak di dapur “mau sarapan apa Dho?” Tanya ibu tiriku yang cuma mengenakan celana dalam saja.

Sekarang tiada hari tanpa melakukan seks kadang sampai seharian kita diam di rumah cuma buat ngent*t, kalau lagi datang duburnya lah yang jadi sasaran k*ntolku.

Baca juga:
Kisah Mahasiswa KKN: Kugarap Ibu dan Anaknya Sekaligus
Kisah Bambang: Keenakan Main PS, “Anu”nya Digoyang Pacar
Kisah Yudi: Oh… Mantan Terindah
Kisah Ringgo: Kugenjot Tubuh Tante Lala Demi Uang Jajan