Mesum di Pinggir Sungai

169
Mesum di Pinggir Sungai
Mesum di Pinggir Sungai. (Foto: MataNaga)

MataNaga – Roni (28 tahun) warga asal Bekasi diajak oleh lima orang temannya, yakni Yanto (35 tahun), Suhaeli (27 tahun), Niken (25 tahun), Arum, dan Yuni (sama-sama 24 tahun) untuk pergi berlibur dengan naik gunung di kawasan Jawa Barat.

Lokasi penginapan mereka agar terlihat lebih natural atau alami, maka mereka lebih memilih untuk menginap dengan menggunakan tenda dan menjadikan sungai sebagai sarana pembersih badan mereka saat tinggal selama kurang lebih seminggu di tempat tersebut.

Saat berencana ingin naik gunung, tiba-tiba Roni merasa tidak percaya diri. Ia merasa takut kedinginan, meski telah memiliki jaket yang sangat tebal.

Selain Roni, rupanya Niken juga menolak mendadak untuk mendaki gunung, karena ia tidak ingin merepotkan rekan-rekannya di atas nanti karena dirinya yang mengaku mudah lelah.

Niken saat itu juga membeberkan alasan ia ingin ikut adalah karena lebih penasaran dengan suasana alam yang berada di kawasan gunung tempat menginap.

Ya, Roni dan Niken memang memiliki fisik yang tidak ideal seperti Yanto, Suhaeli, Arum dan Yuni. Roni memiliki tubuh yang sangatlah kurus, sebaliknya Niken mempunyai badan yang terbilang sangat gempal.

Akhirnya, pada hari ketiga saat mereka berada di kawasan gunung, selain Roni dan Niken, keempat sekawan itu sepakat untuk mulai mendaki gunung. Sementara hari pertama dan kedua dijadikan sebagai adaptasi dengan suhu di daerah tersebut, sebelum mendaki gunung.

Pada hari ketiga dan keempat atau hari pertama dan kedua dimulainya mendaki gunung, Roni dan Niken yang tinggal di tempat tenda menginap mulai mengobrol-ngobrol sambil mencurahkan isi hatinya masing-masing.

Akhirnya, pada hari kelima atau hari ketiga dari pendakian gunung, Roni dan Niken mulai semakin dekat dan intim. Mulai timbul rasa saling suka dan aksi sentuhan-sentuhan, seperti layaknya pasangan kekasih pun mulai mereka lakukan.

Singkat cerita, entah bagaimana caranya Roni berhasil membujuk Niken untuk berhubungan badan alias melakukan hubungan seks.

Saat itu sedang siang menjelang sore hari atau tepatnya sekitar pukul 15:00 WIB, Niken sedang mandi di sungai, sementara Roni diam-diam mengintip temannya tersebut ketika sedang mandi.

Meski memiliki tubuh yang gempal, nyatanya tak menurunkan nafsu birahi dari Roni untuk bisa menjamah Niken.

Roni langsung membuka baju dan celananya, termasuk celana dalam kemudian diam-diam menghampiri Niken dari belakang dan menutup matanya.

Karena merasa kaget, Niken otomatis langsung memutar tubuhnya dan memberikan pukulan ke arah Roni. Namun ia terkejut ketika melihat Roni meringis kesakitan di depannya.

Sambil menutupi tubuhnya di dalam air, ia meminta maaf. Kesempatan ini pun tidak disia-siakan oleh Roni.

Baca juga:
Ayahku Nakal; Tubuhku Digerayanginya
3 Lawan 1! Kagak Usah di Perkosa Gua Mau
Adik Iparku yang Manis

Ia bersedia memaafkannya asal Niken mau bercinta dengannya. Awalnya Niken tidak mau dan ingin menghajar Roni lagi, tetapi karena Roni mengeluarkan jurus rayuannya, akhirnya Niken mau untuk berhubungan seks dengan temannya tersebut.

Meski awalnya menolak, rupanya Niken sangat menikmati berhubungan badan dengan Roni sehingga ia lebih dominan saat keduanya ‘bergoyang’ dipinggir sungai.

Ketika sedang asyik bercinta, mereka tidak tahu dan pastinya juga tidak sadar jika keempat temannya, Yanto, Suhaeli, Arum, dan Yuni sudah pulang.

Karena jalur kembali ke tenda memang melewati pinggir sungai tersebut, betapa kagetnya mereka saat melihat Roni sedang ‘bergoyang’ dengan Niken di tepi sungai. Aksi mereka baru ketahuan ketika Arum tidak tahan dan berteriak agar segera berhenti.

“Berhenti kalian! Kita lagi naik gunung, ternyata kalian malah asyik mesum ya?” geram Arum dengan suara yang keras.

Sayang seribu sayang, teriakan dari Arum yang kencang itu ternyata menghasilkan gema yang kuat sehingga mengundang warga sekitar datang.

Meski warga yang datang tidak terlalu banyak, namun tetap saja aksi Roni dan Niken sudah diketahui.

Akhirnya, mereka hanya bisa meminta maaf. Karena tindakannya ini, maka pihak pendakian gunung pun bersedia memaafkannya, namun dengan catatan Roni dan Niken tidak diizinkan lagi selamanya untuk kembali ke tempat tersebut.

Hukuman ini telah diperingan, karena sebelumnya keempat sahabat lainnya juga diberikan hukuman yang sama.

Namun, karena Arum memohon agar hukuman tersebut dikurangi karena ia dan temannya tidak melakukan hal mesum tersebut, maka pihak untuk mendaki gunung pun sepakat.

Meski demikian, berkat Roni dan Niken juga maka pihak penyelenggara pendakian gunung tersebut mendapat pelajaran sehingga mereka memberikan peringatan keras bagi mereka yang akan berbuat mesum.

Baca juga:
Keperawananku Hanya Tinggal Kenangan
Perjalanan Dinas ke Semarang
Pengalaman Sex Pertamaku Saat SMP Bersama Om Bayu