4 Tips PENTING Membersihkan Vagina

86
Vagina Sehat
4 Tips PENTING Membersihkan Vagina. (Foto: MataNaga)

MataNaga – Semua perempuan harus peduli tentang kesehatan vagina mereka. Vagina yang sehat secara alami bersifat asam dan kaya akan bakteri menguntungkan (lactobacilli) yang membantu mencegah infeksi dan mempertahankan tingkat pH-nya.

Vagina yang sehat juga akan mengeluarkan sejumlah kecil cairan untuk menjaganya tetap bersih, seperti air liur yang diproduksi untuk membantu membersihkan mulut Anda. Sedikit saja gangguan dalam vagina, Anda mungkin akan mengalami iritasi atau infeksi.

Membersihkan vagina tidak boleh sembarang cuci bilas. Ada sejumlah aturan yang harus Anda pahami untuk menjaga vagina tidak hanya bersih, namun juga tetap sehat. Apa saja?

1. Jangan gunakan vaginal douche
Vaginal douche adalah semprotan dan cairan khusus pembersih vagina yang biasanya digunakan untuk membersihkan vagina bagian dalam. Produsen vaginal douche rata-rata menawarkan jasa membersihkan bagian dalam vagina yang bisa membantu Anda memelihara kadar pH normalnya. Tapi hati-hati, jangan tertipu oleh iklan.

Sebenarnya, bagian dalam vagina tidak perlu Anda bersihkan. Vagina memiliki ‘program’ pembersihan diri secara otomatis dengan bantuan lactobacilli yang menetap dalam vagina Anda. Lactobacilli berperan sebagai pengatur keseimbangan asam vagina untuk mencegah patogen berkembang biak.

Cairan yang disemprotkan dari douche ke dalam vagina Anda akan membilas lendir vagina, menyebabkan ekosistem bakteri baik pun ikut tersapu habis. Akhirnya, vagina Anda akan diambil alih oleh bakteri jahat, dan bisa menyebabkan infeksi ragi, bacterial vaginosis, atau pelvic inflammatory disease (PID) — infeksi yang berujung pada komplikasi serius, seperti luka, kehamilan ektopik, dan ketidaksuburan.

Douche juga tidak terbukti bisa melindungi Anda dari penyakit kelamin menular. Justru, douche bisa meningkatkan risiko Anda terhadap infeksi. Ketika wanita kekurangan populasi lactobacilli, mereka akan lebih mungkin untuk tertular infeksi saat rentan.

Baca juga:
5 Kegiatan Bercinta yang Membahayakan Vagina
Ini 4 Cara Bikin Vagina ‘Basah’ Alami
4 Langkah Membersihkan Vagina dengan Tepat

2. Jangan gunakan sabun wangi, gel, atau antiseptik untuk vagina
Bagian dalam vagina memang tidak dibersihkan, namun daerah luar sekitar vagina (vulva dan labia) tetap perlu Anda bersihkan, asal jangan menggunakan sabun berpewangi atau khusus antiseptik.

Vagina normal memiliki tingkat pH sekitar 3,5-4,5 (pH diukur pada skala nol sampai 14). Bila Anda menggunakan sabun wangi atau antiseptik (memiliki pH sekitar delapan), hal ini dapat merusak keseimbangan pH vagina Anda, dan menyebabkan gatal, iritasi, dan bau.

Normal untuk vagina mengeluarkan bau. Bau vagina dapat berubah di waktu yang berbeda dari siklus reproduksi dan tidak harus selalu dianggap sebagai tanda infeksi atau penyakit tertentu. Jika vagina Anda memiliki bau yang kuat atau aneh, konsultasikan dengan dokter Anda. Vaginal douche atau sabun wangi hanya akan menutupi bau tanpa mengatasi akar penyebab masalah.

3. Cuci khusus satu kali sehari
Cuci daerah vagina terluar Anda dengan kain lap yang dibasahi air dan sabun biasa, atau usap dengan tangan Anda.

Selain setelah buang air, cukup bersihkan vagina secara khusus satu kali sehari, misalnya setelah berolahraga, setelah berhubungan seks, atau saat mandi. Jika Anda tak membersihkan vagina, risikonya Anda membiarkan keringat dan cairan buangan vagina semakin menumpuk.

Tapi ingat, kulit vagina sangat sensitif. Jika Anda terlalu rajin membersihkannya, Anda bisa mengganggu keseimbangan daerah vagina Anda. Minyak alami kulit pun akan ikut terkikis, sehingga bisa menyebabkan iritasi.

4. Jaga agar tetap bersih dan kering
Vagina Anda harus tetap bersih dan kering. Apa yang Anda pakai juga akan mempengaruhi kondisi vagina Anda.

Beberapa jenis kain dan bentuk pakaian bisa menempel dengan ketat ke kulit are genital Anda, meningkatkan kelembapan dan panasnya. Keseimbangan pH yang terganggu bisa membuat vagina memproduksi bakteri di luar batas normal dan menyebabkan infeksi.

Gunakan celana dalam berbahan katun, dan hindari memakai pakaian dalam terlalu ketat. Segera ganti baju renang yang basah atau baju olahraga yang lembap oleh keringat.

Baca juga:
6 Fakta Vagina yang Sering Buat Anda Penasaran
Hindari! 5 Makanan ini Menyebabkan Vagina Bau (No. 4 yang paling bau)
5 Penyebab Jerawat Tumbuh Subur di Vagina