Apakah Penis Kecil Artinya Pria Kurang Subur?

91
Mikropenis
6 Tips Berhubungan Seksual Luar Biasa. (Foto: MataNaga)

MataNaga – Banyak pria yang khawatir tentang ukuran penis mereka. Kemungkinan besar, ukuran penis Anda baik-baik saja. Namun, ada kondisi medis nyata di mana seorang pria bisa memiliki “mikropenis”, alias penis kecil yang tidak normal.

Meski angka pastinya masih terus diperdebatkan oleh para ahli, ukuran rata-rata penis pria dewasa yang disepakati adalah 13,5 centimeter dalam keadaan ereksi. Untuk pria Indonesia, ukuran penis rata-rata adalah 12 cm saat ereksi. Lantas, harus seberapa kecil sebenarnya sebuah penis untuk bisa dikatakan mikropenis?

Istilah “mikropenis”, atau dalam bahasa medis disebut dengan microphallus, digunakan untuk mendeskripsikan panjang rentangan penis layu kurang dari 2,5 standar deviasi (SD) di bawah rata-rata. Umumnya, mikropenis merujuk pada fisik penis yang secara kasat mata tampak normal, namun memiliki batang penis pendek.

Cara paling tepat dan akurat untuk mengukur penis pria tidak dilakukan saat ereksi, tapi saat layu. Teknik ini disebut dengan SPL (Stretched Penis Length), metode pengukuran penis yang paling dapat diandalkan.

Pertama-tama, regangkan penis “layu” sejauh yang Anda bisa perlahan-lahan. Kemudian ukur panjangnya mulai dari pangkal tulang kemaluan sampai ujung kepala penis menggunakan penggaris elastis atau tali meteran. Jangan hanya mengukur dari persimpangan penis dan buah zakar untuk mendapatkan angka akuratnya.

Skor SPL Anda adalah angka yang Anda dapat dari pangkal tulang kemaluan hingga ke ujung kepala penis yang terbentang. Semakin besar angka SPL seorang pria, semakin panjang pula ukuran penisnya saat ereksi, dilansir dari WebMD.

Jika Anda mendapatkan angka 12 centimeter dengan kisaran plus/minus 1,5 cm, Anda masih termasuk normal. Jika ternyata angka Anda lebih kecil dari ini, Anda mungkin memiliki mikropenis. Tenang, Anda tidak sendirian. Meski langka, dilansir dari News Medical, 1 dari 200 pria memiliki penis kerdil.

Anda juga tak perlu minder dengan orang-orang yang mengklaim punya penis besar. Pasalnya menurut statistik SPL, hanya ada 0,6% pria di dunia ini yang memiliki penis besar dengan panjang ereksi sampai 17,5 centimeter atau lebih.

Kebanyakan kasus penis kecil berasal dari penyebab sekunder seperti penumpukan lapisan kulit dan lemak di area pinggang serta genital akibat kelebihan berat badan atau obesitas. Penis akan tertutupi oleh perut buncit sehingga tampak kecil jika dilihat dari atas, padahal mungkin sebenarnya penis Anda berukuran normal sesuai skor SPL. Kondisi ini disebut buried penis, atau penis terkubur.

Selain itu, penis kecil juga bisa disebabkan oleh kondisi yang disebut inconspicuous penis alias penis tersembunyi. Hal ini membuat sulit untuk membedakan di mana ujung buah zakar berakhir dan pangkal penis dimulai karena buah zakar terhubung ke bagian bawah penis sehingga menyebabkan penis tertarik ke dalam.

Kedua kondisi di atas lebih umum ditemukan dibandingkan dengan penyebab penis kecil yang sebenarnya, yaitu kelainan genetik. Penis mulai berkembang di rahim saat janin berusia 8 minggu sampai ke-12.

Selama trimester dua dan tiga, hormon seks pria akan membuat penis untuk bertumbuh ke panjang normalnya. Faktor-faktor yang mengganggu produksi hormon dan kinerja hormon — seperti hipogonadisme hipogonadotropik alias kekurangan testosteron — akan mengerdilkan pertumbuhan penis.

Memiliki penis kecil dapat menyebabkan beberapa masalah, termasuk sulit buang air kecil dan melakukan hubungan seksual. Beberapa pria yang memiliki mikropenis juga dilaporkan memiliki jumlah sperma rendah yang bisa mempengaruhi kesuburan.

Namun, ukuran penis bukanlah faktor penentu utama peluang kesuburan pria. Ada banyak faktor medis lain yang lebih berperan penting terhadap kesuburan Anda. Maka sebenarnya terlepas dari besar kecil alat genital Anda, Anda tetap berpeluang untuk memiliki anak. Jarak dari anus ke buah zakar lebih menentukan kesuburan daripada ukuran penis

Ada satu tolak ukur yang mungkin dapat dijadikan pedoman untuk mengukur peluang kesuburan pria di masa depan. Dilansir dari BabyMed, sebuah studi terbitan Journal of Environmental Health Perspectives melaporkan jarak anogenital (AGD) mungkin lebih penting dalam menentukan kesuburan pria daripada besar penis semata.

AGD adalah jarak ukur dari lubang anus hingga ke tempat buah zakar menempel di tubuh Anda. Rata-rata jarak ini adalah 5 centimeter. Studi tersebut menunjukkan bahwa jarak yang kurang dari 5 centimeter dapat mengurangi kesuburan, sementara jarak yang melebihi standar dapat berarti peningkatan kesuburan.

Namun sama halnya dengan ukuran penis yang beragam, jarak AGD antar pria pun bisa berbeda karena dipengaruhi oleh bentuk tubuh dan sejumlah faktor lainnya.

Jika mikropenis didiagnosis sebagai akibat dari defisiensi hormon pertumbuhan atau testosteron, dokter akan merekomendasikan terapi hormon untuk memfasilitasi pertumbuhan penis yang lebih optimal.

Terapi hormon dilaporkan dapat membantu anak-anak dan remaja mencapai ukuran penis normal ketika beranjak dewasa nanti, dan dilaporkan memiliki aktivitas seksual yang juga normal.

Pada kasus-kasus di mana seseorang tidak responsif terhadap terapi hormon, pembedahan medis menjadi langkah terakhir bagi remaja pria dan dewasa. Operasi pembesaran penis menggunakan implan silikon subkutan (di bawah jaringan kulit) agar dapat meningkatkan panjang dan ketebalan penis.

Baca juga:
Letak Klitoris Wanita Ternyata Bisa Memengaruhi Orgasme
6 Penyebab Kenapa Wanita Susah Orgasme
5 Posisi Bercinta yang Bisa Menghilangkan Stres
7 Cara Memperbesar Ukuran Penis Tanpa Obat