Setelah Berhubungan Intim, Baiknya Tidur Pakai Celana Dalam Atau Tidak?

121
Setelah Berhubungan Intim, Baiknya Tidur Pakai Celana Dalam Atau Tidak. (Foto: MataNaga)

MataNaga – Mungkin Anda sering mendengar info-info yang beredar tentang pemakaian celana dalam saat tidur setelah berhubungan intim. Ada yang bilang tetap harus memakainya ada juga yang menyuruh untuk melepasnya saja. Agar tak lagi bingung dan keliru, berikut faktanya menurut ahli.

Setelah berhubungan intim, tubuh pasti akan berkeringat dan lembap temasuk pada organ intim. Anda mungkin sudah tahu bahwa daerah yang panas, berkeringat, lembap, dan gelap menjadi tempat yang sempurna untuk kuman berkembang biak. Oleh karena itu, Anda wajib memberikan perhatian ekstra pada organ intim agar tak merangsang bakteri dan jamur untuk berkembang biak di dalamnya.

Sara Twogood, MD, asisten dosen di bagian obstetri dan ginekologi di University of Southern California’s Keck School of Medicine, menyatakan bahwa sebaiknya Anda tak perlu mengenakan celana dalam saat tidur setelah berhubungan intim. Hal ini tentu saja bertujuan untuk mencegah bakteri dan jamur berkembang biak serta memberikan ruang bagi organ intim untuk bernapas.

Jangan sampai Anda menggunakan kembali celana dalam lembap bekas pakai saat tidur setelah berhubungan intim. Pasalnya, hal ini meningkatkan risiko Anda untuk terkena berbagai masalah kesehatan dari mulai infeksi jamur, bakteri, hingga infeksi saluran kencing.

Jika Anda memang tak terbiasa untuk melepas celana dalam saat tidur, ganti celana dalam dengan yang kering dan berbahan katun. Celana dalam berbahan katun biasanya mampu menyerap keringat dan membuat organ intim Anda tetap bisa bernapas. Dengan begitu, celana dalam Anda tidak akan lembap sepanjang malam.

Sebaiknya, Anda tak langsung tidur begitu saja setelah berhubungan intim tanpa membersihkan kemaluan terlebih dahulu. Pasalnya, infeksi akan mengintai Anda jika membiarkannya tidur begitu saja dalam keadaan lembap. Cairan semen, cairan vagina, keringat, dan pelumas sebaiknya dibilas dan dibersihkan sebelum Anda tidur.

Membersihkannya dengan handuk atau tisu saja sebenarnya bisa membuat kering tetapi akan lebih baik jika membilasnya dengan air. Cucilah vagina atau penis dengan air dan sabun tanpa pewangi.

Anda tak perlu membersihkannya dengan sabun berpewangi dan berbusa banyak. Ini karena vagina memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri. Sabun berpewangi justru bisa merusak pH alami vagina dan membuat Anda rentan terserang infeksi.

Setelah itu, keringkan dengan benar hingga tak ada lagi sisa cairan yang menempel di organ intim. Ada baiknya juga untuk mengeringkan bagian seprai yang basah dengan handuk bersih atau tisu. Hal ini lagi-lagi untuk mencegah bakteri berkembang biak di dalamnya.

Jangan lupa juga untuk minum air setelah berhubungan intim, terutama bagi wanita. Alyssa Dweck, MD, seorang dokter kandungan di New York, menyatakan dengan minum air Anda akan terdorong untuk kencing. Nah, urine ini nantinya akan membantu mengeluarkan bakteri dari dubur di ujung uretra yang masuk saat berhubungan intim. Dengan begitu, bakteri akan hilang tersapu sebelum menyebabkan infeksi.

Baca juga:
Harus Berapa Kali Berhubungan Seks dalam Seminggu Agar Tetap Intim?
Apakah Penis Kecil Artinya Pria Kurang Subur?
Letak Klitoris Wanita Ternyata Bisa Memengaruhi Orgasme