Masih Belasan Tahun, Bocah Ini Jadi Pembunuh Berantai Paling Sadis di Dunia

110
Mary Bell
Masih Belasan Tahun, Bocah Ini Jadi Pembunuh Berantai Paling Sadis di Dunia. (Foto: MataNaga)

MataNaga – Pada pertengahan musim panas tahun 1968 di Scotswood, London, Inggris dikejutkan dengan penemuan mayat bocah laki-laki.

Diketahui anak laki-laki tersebut bernama Martin Brown, berusia 4 tahun. Ia ditemukan terbujur kaku dan tak bernyawa di sebuah rumah kosong dengan darah dan air liur yang menetes di pipinya.

Dari hasil penyelidikan polisi setempat, terungkap bahwa pembunuh bocah tersebut adalah seorang anak kecil berusia 11 tahun, Mary Bell. Saat persidangan, ia mengaku membunuh karena semata-mata untuk kesenangannya.

Mendengar pengakuan Mary, hakim menyatakan bahwa dia adalah orang yang berbahaya dan merupakan ancaman serius bagi anak-anak lain.

Mary pun dijatuhi hukuman 12 tahun penjara, dan bebas pada tahun 1980, saat usianya 23 tahun. Ia dibebaskan dengan syarat diawasi segala tingkah lakunya di masyarakat.

Dilansir dari Grid, Mary Bell lahir dari ibu seorang pelacur spesialis masokis bernama Betty McCrickett pada tahun 1957. Betty kemudian menikahi Billy Bell. Mereka tinggal di Scotswood, daerah dengan tingkat kriminalitas tinggi di Newcastle.

Mary mengklaim bahwa ibunya mencoba membunuhnya pada beberapa kesempatan, dan dia bersaksi bahwa dirinya sering mengalami pelecehan seksual.

Di sekolahnya, ia sudah dikenal sebagai siswa yang senang mencari perhatian. Pembunuhan Mary Bell pertama terjadi pada 25 Mei 1968, sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-11. Korbannya yakni Martin Brown.

Tubuh Martin Brown yang berusia empat tahun ditemukan di sebuah rumah kosong di Scotswood.

Pada tanggal 31 Juli 1968, Mary melakukan pembunuhan untuk kedua kalinya. Mary bersama temannya, Norma, mencekik Brian Howe yang berusia tiga tahun, lalu meninggalkan tubuhnya di tanah kosong di daerah Scotswood.

Lebih sadis lagi, sebelum mereka meninggalkan TKP, Mary mengukir huruf “M” pada perut bocah malang tersebut menggunakan gunting.

Kesadisan Mary tidak berhenti sampai di situ, dia juga memotong sebagian rambut korban, menyayat kakinya, dan memutilasi alat kelamin korban.

Hasil pemeriksaan medis mengatakan bahwa pelakunya memang anak-anak karena kekuatan membunuhnya yang relatif kecil. Detektif kemudian membawa kedua gadis itu untuk pertanyaan lebih lanjut.

Kasus ini disidangkan pada bulan Desember 1968. Dalam persidangan, rekan Mary, Norma, mengatakan bahwa dirinya sempat memohon agar Mary berhenti menyakiti Howe.

Dalam persidangan, Norma dibebaskan dalam kasus pembunuhan. Berbeda dengan Mary yang tetap dijatuhi hukuman.

Mary dipenjara pada penjara anak di Red Bank Community Home dan dibebaskan setelah selesai menjalani hukuman selama 12 tahun. Ketika dibebaskan pada tahun 1980, Mary berusia 23 tahun.

Karena Mary termasuk dalam kategori “di bawah umur” saat melakukan pembunuhan tersebut, ketika Mary terbebas dari hukuman, dirinya pun diberikan nama dan identitas baru.