6 PERISTIWA OLAHRAGA YANG BIKIN BANDAR TARUHAN PUSING

31

Semua orang suka cerita mengenai pihak yang tak diunggulkan berhasil menang dari lawan yang difavoritkan, seperti kisah Daud melawan Goliath. Hal serupa juga berlaku di dunia olahraga. 

Ketika ada tim atau individual yang jauh dari kata unggulan, sukses meraih kemenangan dan gelar juara, pastinya menghasilkan sensasi takjub yang luar biasa. Tidak terkecuali bagi para penikmat judi taruhan olahraga.

Seperti diketahui, dalam taruhan olahraga biasanya tim-tim besar memiliki total hadiah pembayaran yang sedikit, berbeda dengan tim kecil yang justru punya pembayaran besar lantaran peluang menang mereka pastinya kecil.

Kondisi inilah yang menjadi adrenalin tersendiri bagi para pencinta judi taruhan olahraga. Semakin kecil peluangnya, semakin besar sensasi yang mereka rasakan ketika tim yang ia pilih berhasil menang atau juara.

Kondisi tim atau individiual yang tak diunggulkan bisa juara memang bisa membuat mereka yang bertaruh senang, namun tidak untuk para bandar. Mereka jadi bisa kehilangan uang besar karena keajaiban seperti itu.

Sialnya, ada beberapa kejadian tersebut yang terjadi dan sudah jelas membuat mereka pusing untuk membayar para petaruh. Kira-kira kejadian olahraga apa saja yang pernah membuat para bandar judi taruhan olahraga pusing? Berikut beberapa di antaranya:

Baik itu tim pemula yang mengalahkan tim juara yang mapan, atau atlet yang tidak dikenal secara mengejutkan mengalahkan nama-nama besar dalam sebuah turnamen.

  1. Boris Becker (Memenangkan Wimbledon 1985)

Pada saat ia pensiun di tahun 1999, Boris Becker telah memenangkan enam gelar Grand Slam – termasuk tiga di Wimbledon. Namun, gelar Wimbledon pertamanya pada tahun 1985 adalah sebuah pencapaian yang menakjubkan dan melawan semua prediksi, termasuk dari para sportsbook.

Pat Cash, Jimmy Connors, John McEnroe, Ivan Lendl, Mats Wilander dan Kevin Curren semuanya nama-nama besar yang jauh lebih diunggulkan daripada Becker. Meskipun demikian, pria asal Jerman ini justru berhasil keluar sebagai menang setelah dia mengalahkan Curren di final. 

Baru berusia 17 tahun saat itu, Becker tercatat sebagai pemain non unggulan pertama yang memenangkan salah satu kompetisi paling bergengsi dalam olahraga. Menariknya, seorang penggemar anonim berhasil mendapat rejeki nomplok yang cukup besar karena dia telah memasang taruhan sebesar 10.000 Pound (Rp196 juta) untuk Becker dengan odd 18/1. 

  1. Buster Douglas (Mengalahkan Mike Tyson, 1990)

Mike Tyson adalah juara dunia tinju kelas berat yang tak terkalahkan dan memegang 3 gelar juara kelas berat WBA, WBC dan IBF saat itu. Tyson, pada usia matang 23 tahun, datang ke pertandingan dengan catatan rekor kemenangan 37-0, dan 33 dari itu dimenangkannya dengan KO.

Buster Douglas, sebaliknya bukan petinju yang dianggap terbaik di kelas berat. Dia memiliki catatan rekor rekor 29-4-1 dan berusia 7 tahun lebih tua dari Tyson. Di atas kertas, dia bukanlah lawan sepadan. Itu pula yang dilihat para sportsbook yang memberi odd antara 40/1 hingga 42/1. 

Lucunya, Larry Merchant dan Jim Lampley, dua analis yang bekerja untuk HBO, bahkan lebih jauh mengatakan bahwa mereka pikir pertarungan akan berakhir dalam waktu 90 detik untuk kemenangan Tyson.

Namun, ternyata hal di luar semua perkiraan terjadi. Tidak seperti kebanyakan pertarungan Tyson lainnya, pertarungan ini berlanjut hingga ronde ke-10. Tyson sempat menjatuhkan Douglas di ronde ke-8, dengan sebuat uppercut keras. Douglas bangun pada hitungan ke-9.

Douglas kemudian melemparkan serangkaian jab dan hook yang menempatkan memojokkan Tyson. Lalu pada ronde 10, sejarah pun terjadi. Untuk pertama kalinya Mike Tyson merasakan kekalahan dan para bandar pun sibuk membayar para petaruh yang mengunggulkan Douglas.

  1. Yunani (Menang Piala Eropa 2004)

Yunani pergi ke Piala Eropa 2004 di Portugal sebagai tim yang tak diunggulkan dan oleh para bandar hingga diberikan odd 150/1. Namun, secara luar biasa mereka berhasil keluar sebagai pemenang kompetisi antarnegara tertinggi di Benua Biru. 

Perjalanan fantastis mereka dimulai dengan menyingkirkan salah satu tim unggulan, Spanyol, di babak penyisihan grup dan maju ke fase knockout. Pasukan besutan Otto Rehaggel ini kemudian berhasil menggulingkan tim unggulan lainnya, Prancis, dengan skor 1-0 di perempat final. 

Lalu Yunani menyingkirkan Republik Ceko di perpanjangan waktu di babak semifinal dan bersiap menghadapi tuan rumah Portugal di final. Sebuah gol Angelos Charisteas memberi Yunani kemenangan 1-0, bak kisah dongeng dan memastikan gelar juara turnamen besar pertama mereka.

  1. Leicester City (Memenangkan Premier League 2015/16)

Leicester baru saja berhasil menghindari degradasi ke divisi Championship pada 2014/15, dengan memenangkan tujuh dari sembilan pertandingan terakhir mereka. Sang manajer, Claudio Ranieri, yang menggantikan Nigel Pearson sebagai manajer di musim panas, ternyata menghasilkan keajaiban yang lebih besar di 2015/16.

The Foxes (julukan Leicester City) pada awal musim terdaftar di bandar taruhan dengan odd 5000/1 untuk memenangkan gelar liga Inggris. Jujur saja, sebagian besar orang bahkan memprediksi bahwa musim ini mereka malah bakal terdegradasi. 

Namun dengan kecepatan dan kemampuan mencetak gol Jamie Vardy, trik dan kemampuan olah bola Riyad Mahrez, serta kehebatan N’Golo Kante dalam memenangkan bola, Leicester mengejutkan dunia sepak bola dengan mengakhiri musim unggul 10 poin dari pesaing terdekatnya dan menduduki puncak klasemen Premier League.

  1. Anna Kiesenhofer (Menangkan Road Race di Tokyo 2020)

Pada pertandingan balap sepeda kelas Road Race di Olimpiade 2020, sportsbook rata-rata tidak ada yang terlalu mengindahkan peluang pengendara sepeda amatir Anna Kiesenhofer. Kebanyakan dari mereka menempatkan odd yang sangat besar, bahkan hingga 500/1 untuknya.

Itu dilakukan mungkin karena bandar judi terlalu fokus pada sejarah acara tersebut di mana Austria tidak pernah memenangkan emas dalam perlombaan ini sejak Olimpiade 1896, atau hanya sekadar mengolok keberadaan seorang amatir di kancah profesional. 

Meskipun Kiesenhofer pernah menghabiskan satu tahun sebagai atlet sepeda pro pada tahun 2017, itu tak mengubah skeptisme para bandar taruhan. Apapun itu, atlet berusia 30 tahun tersebut berhasil mengalahkan semua prediksi dan meraih emas. Prestasinya menjadi berita utama di seluruh dunia dan dia kini dibanjiri dengan tawaran untuk kembali ke bersepeda secara profesional.

  1. Emma Raducanu (Memenangkan US Open, 2021)

Emma Raducanu berhasil membuat sedikit nama untuk dirinya sendiri di Wimbledon 2021 setelah berlari lolos dari babak kualifikasi dan mencapai babak ke empat. Namun, beberapa bulan kemudian dia mengambil alih perhatian dunia tenis setelah memenangkan US Open meski dia secara peluang yang banyak diberikan para sportsbook ada di 400/1.

Baru berusia 18 tahun saat itu, dia memenangkan pertandingan finalnya di Flushing Meadows melawan Leylah Fernandez dengan skor 6-4 dan 6-3. Dia menjadi pemain dari kualifikasi pertama di era Open yang mencapai final Grand Slam dan memenangkannya tanpa kehilangan satu set pun di seluruh turnamen.