Perjalanan Karier Sheldon Adelson: Dari Penjual Koran sampai Jadi Pebisnis Judi Terkaya

59

Bisnis perjudian memang menggiurkan dengan keuntungan yang sangat fantastis. Makanya tak heran, jika banyak pengusaha yang bergerak dalam industri perjudian menjadi kaya raya, bahkan menjadi orang terkaya di dunia. Salah satu pebisnis sukses dalam industri judi yaitu Sheldon Adelson yang memiliki banyak tempat kasino besar di sejumlah negara. 

Sheldon Adelson merupakan pendiri sekaligus pejabat eksekutif tertinggi Las Vegas Sands Corporation. Tak hanya itu, Sheldon Adelson memiliki Marina Bay Sands di Singapura, dan perusahaan induk dari Venetian Macao Limited, yang mengoperasikan The Venetian Resort Hotel Casino dan Sands Expo and Convention Center. Las Vegas Sands Corporation adalah perusahaan kasino dan resor terbesar di Amerika Serikat yang berlokasi di Paradise, Nevada, Amerika Serikat. 

BACA JUGA

The Venetian Macau sendiri merupakan gedung terbesar ketujuh di dunia berdasarkan luas lantai. Resor yang dimiliki oleh Sheldon Adelson terdiri dari tempat kasino, tempat hiburan, restoran dan klub di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat dan Makau, serta museum seni dan sains di Singapura. 

Berkat kesuksesan dalam berbisnis di bidang perjudian, Sheldon Adelson dijuluki sebagai ‘Raja Kasino’ hingga akhir hayatnya pada 11 Januari 2021 lalu. Kesuksesan yang diraih ‘Raja Kasino’ tersebut, tidak lepas dari usaha maksimal dan perjalanan panjang dalam hidupnya. 

Berikut kisah perjalanan hidup dan ‘Sang Raja Kasino’, Sheldon Adelson.

Kehidupan Pribadi dan Awal Karier

Sheldon Gary Adelson lahir pada tahun 1933 dan dibesarkan di wilayah Dorchester, Boston, Amerika Serikat. Sheldon merupakan putra dari Sarah Tonkin dan Arthur Adelson yang berbangsa Yahudi. Keluarga ayahnya adalah keturunan Yahudi Ukraina dan Yahudi Lithuania. Sementara Ibunya bermigrasi dari Inggris dan Adelson berkata bahwa kakeknya adalah seorang penambang batu bara Wales. 

Sheldon dibesarkan dengan latar belakang ekonomi keluarga yang sederhana. Ayahnya merupakan seorang sopir taksi, dan ibunya mengelola sebuah toko rajutan.

‘Raja Kasino’ ini pernah kuliah di Universitas City College of New York, namun sayang tidak berhasil diselesaikan. Sejak berusia 12 tahun, Sheldon merintis karier dengan menjual surat kabar di Boston. Awalnya, Sheldon kecil meminjam uang kepada pamannya sebesar 200 USD atau setara Rp2,8 juta untuk membeli lisensi penjualan surat kabar di Boston. 

Selanjutnya pada tahun 1948, Sheldon remaja kembali meminjam uang kepada pamannya sejumlah 10 ribu USD atau setara Rp142 juta untuk memulai bisnis mesin penjual permen. Sheldon juga pernah menjadi reporter dan tentara. Berbekal pengalaman menjadi reporter, akhirnya Sheldon mendirikan surat kabar harian Israel, Israel Hayom, surat kabar mingguan Israel, Makor Rishon, dan surat kabar harian Las Vegas, Amerika Serikat, Review-Journal.

Setelah berhenti bertugas sebagai prajurit militer, Sheldon mendirikan bisnis yang menjual perlengkapan kamar mandi. Kemudian dia memulai bisnis lain bernama De-Ice-It, yang memasarkan semprotan pembersih kaca. Pada 1960-an, Sheldon memulai bisnis tour wisata yang selanjutnya menjadikan dia sebagai jutawan muda dalam usia 30-an. 

Perjalanan Bisnis Perjudian

Sheldon mengawali bisnis perjudian pada tahun 1988 lalu dengan membeli Sands Hotel and Casino di Las Vegas seharga USD 110 juta atau setara Rp1,5 triliun. Selanjutnya pada tahun 1999, Sheldon membangun hotel mega resor bernama The Venetian Resort dengan menghabiskan dana sebesar USD 1,5 miliar atau setara Rp21,3 triliun.

Pada akhir 2000-an, group perusahaan milik Adelson kembali membangun resor kasino di Bethlehem, Pennsylvania, Amerika Serikat bernama Sands Casino Resort Bethlehem. Kasino tersebut adalah salah satu dari lima kasino yang berdiri sendiri serta mendapatkan lisensi slot dari Pennsylvania Gaming Control Board pada tahun 2006. 

Selanjutnya Adelson memimpin proyek untuk memperluas kasino Las Vegas Sands miliknya ke kota Makau. Dengan luas mencapai 93.000 m, Sands Macao miliknya menjadi kasino bergaya Las Vegas pertama di Republik Rakyat Tiongkok ketika dibuka pada Mei 2004 lalu. 

Adelson menggelontorkan dana investasi awal sebesar USD 265 juta atau setara Rp3,7 triliun untuk pembangunan kasino tersebut. Hanya dalam waktu satu tahun, Adelson memiliki 69% saham setelah melakukan investasi awal tersebut. 

Adelson meningkatkan kekayaannya, ketika dia membuka saham publik pada bulan Desember 2004. Setelah pembukaan Sands Macao, kekayaan pribadi Adelson berlipat ganda lebih dari 14x lipat dari sebelumnya.

Pada Mei 2006, Las Vegas Sands mendapatkan lisensi yang diperebutkan dengan sengit untuk membangun resor kasino di Marina Bay Singapura. Hingga akhirnya kasino baru bernama Marina Bay Sands, resmi dibuka pada tahun 2010 dengan biaya pembangunan bernilai USD 5,5 miliar atau setara Rp7,4 triliun. Kasino tersebut mencakup toko-toko di The Shoppes, pusat konvensi untuk seri konser Sands Live, beberapa kolam renang, klub malam, dan 2.500 kamar hotel mewah.

Selang setahun berikutnya, tepatnya pada Agustus 2007, Adelson membuka Venetian Macao Resort Hotel di Cotai, Makau dengan total biaya sebesar USD 2,4 miliar atau setara Rp34,2 triliun. Bahkan Adelson membuat kawasan resor terbesar di Cotai, Makau yang bernama Cotai Strip yang mengadopsi kawasan judi terbesar di dunia yaitu Las Vegas Strip. Pada tahun 2010, Las Vegas Sands miliknya mengeluarkan dana sebesar USD 12 miliar atau senilai Rp171 triliun untuk membangun 20.000 kamar hotel di kawasan Cotai Strip. 

Adelson berencana untuk membuka lebih banyak hotel dengan sistem franchise dari berbagai brand hotel ternama seperti Four Seasons, Sheraton, dan St. Regis. Melalui sederet bisnis perjudian yang dimilikinya, Sheldon Adelson menjadi miliarder tersukses di Las Vegas, Makau, dan Singapura. Selama berbisnis, Adelson telah memiliki sekitar 50 lini bisnis dan menjadikannya sebagai pengusaha sukses seumur hidupnya. 

Pada September 2020, Forbes mencatat total kekayaan Adelson mencapai USD 33,5 miliar atau setara Rp477 triliun. Total kekayaan tersebut menjadikan Adelson sebagai orang terkaya ke-28 di dunia dan ke-17 versi Forbes. 

Selain pebisnis, Sheldon juga menjadi politisi yang tergabung dalam Partai Republik Amerika Serikat. Tidak hanya bisnis perjudian, Adelson juga mendirikan Adelson Foundation di tahun 2007. Bersama istrinya, Miriam Adelson, Sheldon menjadi sponsor terbesar bagi Donald Trump melalui sumbangan terbesar untuk kampanye Trump pada tahun 2016. 

Masih ada beberapa dukungan yang diberikan kepada Donald Trump seperti pelantikan presidennya, dana pembelaannya terhadap penyelidikan Mueller tentang campur tangan Rusia, serta kampanye Donald Trump pada periode berikutnya di tahun 2020. Selain itu, Adelson juga merupakan pendukung utama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Sayangnya, karier Sheldon harus berhenti dalam bisnis perjudian sejak tutup usia pada 11 Januari 2021 lalu. Sheldon meninggal dunia pada usia 87 tahun akibat penyakit kanker di wilayah Malibu, California.