Sejarah Asian Games (Pt. 2)

259
Asian Games.

10. Seoul 1986

Edisi kesepuluh dari Asian Games diselenggarakan di Seoul pada bulan September dan Oktober 1986.

Venue-venue dan fasilitas sangat mengesankan karena akan digunakan juga untuk Olimpiade dan Paralimpiade 1988.

Dianggap sebagai event uji coba untuk Olimpiade, total 4.839 atlet dari 22 negara yang berkompetisi dalam 25 cabang olahraga.

Debut cabang olahraganya adalah balap sepeda putri, menembak putri dan taekwondo. Standar tinggi dengan sebanyak 83 rekor Asia dan tiga rekor dunia dipecahkan, sementara dua rekor dunia diimbangi.

Atlet lontar martil Jepang Shigenobu Murofushi memenangkan medali emas Asian Games kelima kalinya secara berturut-turut, rangkaian kemenangan yang dimulai dari Bangkok 1970.

Hodori, seekor anak harimau, adalah maskot resmi dari Asian Games 1986 dan Olimpiade 1988. Tetapi bintang dari Seoul 1986 adalah P. T. Usha atlet India, yang memenangkan empat medali emas dan satu medali perak yang membuatnya menjadi atlet atletik paling sukses di Asian Games.

10 negara sosialis – Afghanistan, Brunei, Kamboja, Laos, Mongolia, Myanmar, Korea Utara, Yemen Selatan, Suriah dan Vietnam – memboikot Asian Games edisi ini karena tensi politik.

Satu-satunya negara sosialis yang tidak memboikot adalah Tiongkok, yang sekali lagi memuncaki klasemen medali dengan 94 medali emas, 82 medali perak dan 46 medali perunggu.

Korea Selatan menempati peringkat kedua di atas Jepang, menandai datangnya era olahraga dalam negara tersebut. Total 837 medali diberikan.

Hanya beberapa hari sebelum Asian Games ini dibuka secara resmi oleh Presiden Korea Selatan Chun Doo-hwan, di Stadion Olimpiade Seoul, seorang mata-mata meledakkan sebuah bom di belakang mesin vending di Gimpo International Airport, menyebabkan lima orang meninggal.

11. Beijing 1990

Edisi kesebelas Asian Games diselenggarakan di bulan September dan Oktober 1990. Ini adalah event olahraga internasional skala besar pertama yang diselenggarakan oleh Tiongkok.

Total 6.122 atlet dari 36 negara bertanding dalam 27 cabang olahraga. Debut cabang olahraganya adalah kano, kabaddi, sepak takraw, softball dan wushu. Bisbol dan soft tennis dipertandingkan sebagai olahraga ekspedisi.

Menjelang Beijing 1990, Presiden OCA Sheikh Fahad Al-Ahmad meninggal saat invasi Irak ke Kuwait.

Markas OCA dipindahkan sementara ke Inggris Raya sampai Amerika Serikat membebaskan Kuwait di tahun 1991.

PanPan, seekor panda, menjadi maskot. Tujuh rekor dunia – enam dari panahan dan satu dari balap sepeda – dan 89 rekor Asia dipecahkan, sementara 1 rekor dunia dan 11 rekor Asia diimbangi di Beijing 1990.

Asian Games edisi ini berfungsi sebagai pendahulu perkembangan masa depan Tiongkok dalam arena olahraga saat negara ini mencalonkan diri menjadi tuan rumah untuk Olimpiade 2000 namun gagal tetapi lalu sukses untuk Olimpiade 2008.

Beijing 1990 dibuka secara resmi oleh Presiden Tiongkok Yang Shangkun di Stadion Buruh Tiongkok. Atlet Tiongkok Xu Haifeng, Gao Min dan Zhang Rongfang, yang bertanding dalam cabang menembak, loncat indah dan voli, menyalakan kaldron.

Tiongkok memuncaki klasemen medali dengan 183 medali emas, 107 medali perak dan 51 medali perunggu. Total 976 medali diberikan.

12. Hiroshima 1994

Edisi kedua belas Asian Games diselenggarakan di Hiroshima pada bulan Oktober 1994. Tema utama dari Asian Games ini adalah untuk mempromosikan kedamaian dan harmoni di antara negara-negara Asia.

Ini ditekankan oleh tuan rumah Jepang karena venue-nya adalah lokasi kejadian bom atom di tahun 1945. Hiroshima 1994 menandai kembalinya Taiwan ke Asian Games dan tambahan lima negara Asia Tengah yang baru saja merdeka dari bekas negara Uni Soviet; Kazakhstan, Krygyzstan, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan.

Ini adalah edisi pertama Asian Games yang bukan diselenggarakan di ibukota. Karena Perang Teluk Pertama, Irak diskors dari Asian Games. Maskot resminya adalah sepasang merpati putih, Poppo dan Cuccu, yang mewakili kedamaian dan harmoni.

Ada total 6.828 atlet dari 42 negara. 34 cabang olahraga dipertandingkan, termasuk olahraga debut bisbol, karate dan pancalomba modern.

Asian Games edisi ini secara resmi dibuka oleh Kaisar Jepang Akihito di Hiroshima Big Arch.

Tiongkok memuncaki klasemen medali dengan 125 medali emas, 83 medali perak dan 58 medali perunggu. Total 1.081 medali diberikan.

13. Bangkok 1998

Edisi ketiga belas Asian Games diselenggarakan di Bangkok pada bulan Desember 1998.

Ini adalah edisi pertama Asian Games yang menyelenggarakan proses pecalonan tuan rumah.Bangkok mengalahkan Taipei dan Jakarta untuk memenangkan hak menjadi tuan rumah.

Asian Games edisi ini juga menandai keempat kalinya ibukota negara Thailand menjadi tuan rumah, sebelumnya di tahun 1966, 1970 dan 1978.

Asian Games edisi ini dibuka secara resmi oleh Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, di Stadion Rajamangala.

Kaldronnya dinyalakan oleh atlet Muay Thai Somluck Kamsing, yang dua tahun sebelumnya memenangkan medali emas Olimpiade dalam tinju kelas bulu di Atlanta 1996.

Kamsing nantinya akan berhasil mempertahankan gelar tinju kelas bulu Asian Games-nya.

Total 6.564 atlet dari 41 Komite Olimpiade Nasional berpartisipasi dalam Asian Games ini, bertanding dalam 36 cabang olahraga, termasuk kano, kabaddi, sepak takraw dan skuas.

Tiongkok memuncaki klasemen medali dengan 129 medali emas, 78 medali perak dan 67 medali perunggu. Total 1.223 medali diberikan.

14. Busan 2002

Edisi keempat belas Asian Games diselenggarakan di Busan pada bulan September dan Oktober 2002.

Dengan demikian Busan menjadi kota kedua Korea Selatan yang menyelenggarakan Asian Games, mengikuti jejak tuan rumah Asian Games 1986 Seoul.

Total 6.572 atlet dari 44 negara bertanding dalam 38 cabang olahraga.

Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Asian Games semua 44 negara anggota dari OCA berpartisipasi. Termasuk Korea Utara, yang mengirimkan delegasi ke Korea Selatan yang tidak pernah terjadi sebelumnya, dan Afghanistan, yang kembali ke Asian Games untuk pertama kalinya sejak Taliban berkuasa di negara tersebut pada tahun 1996.

Duria, seekor burung camar, adalah maskot Asian Games edisi ini. Binaraga membuat debutnya. Asian Games edisi ini secara resmi dibuka oleh Presiden Korea Selatan Kim Dae-Jun di Busan Asiad Main Stadium.

Tiongkok lagi-lagi memuncaki klasemen medali dengan 150 medali emas, 84 medali perak dan 74 medali perunggu. Total 1.350 medali diberikan.

15. Doha 2006

Edisi kelima belas Asian Games diselenggarakan di Doha pada bulan Desember 2006.

Ibukota negara Qatar menjadi kota kedua di Asia Barat, setelah Tehran di tahun 1974, yang menjadi tuan rumah Asian Games.

Ini adalah pertama kalinya semua 45 negara anggota OCA berpartisipasi dalam Pesta Olahraga Asia ini. Eurosport menyiarkan Asian Games edisi ini, menandai pertama kalinya Asian Games dapat ditonton di Eropa.

Doha 2006 dibuka secara resmi oleh Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani, Emir Qatar, di Khalifa International Stadium. Sumpah atlet dibacakan oleh Mubarak Eid Bilal, sementara sumpah wasit juri dibacakan oleh Abdullah Al-Buloushi.

Kaldron dinyalakan oleh Syekh Mohammed bin Khalifa Al Thani, seorang anggota keluarga dari Keluarga Kerajaan Thani.

Total 9.520 atlet berpartisipasi, bertanding dalam 39 cabang olahraga, termasuk binaraga, softball, soft tennis dan wushu.

Tiongkok kembali memuncaki klasemen medali dengan 166 medali emas, 87 medali perak dan 63 medali perunggu. Total 1.393 medali diberikan.

Asian Games edisi ini ternodai dengan kematian penunggang kuda Korea Selatan Kim Hyung-chil dalam sebuah kecelakaan fatal. Kim jatuh dari kudanya saat babak trilomba dari kompetisi berkuda tiga-hari.

16. Guangzhou 2010

Edisi keenam belas Asian Games diselenggarakan di Guangzhou pada bulan November 2010.

Dengan demikian Guangzhou menjadi kota kedua Tiongkok yang menjadi tuan rumah Asian Games, menyusul jejak tuan rumah 1990 Beijing.

Total 9.704 atlet dari 45 Komite Olimpiade Nasional bertanding dalam 42 cabang olahraga. Lima domba jantan kartun diperkenalkan sebagai maskot Asian Games edisi ini, domba jantan telah lama diasosiasikan dengan kota Guangzhou.

Nama-nama kelima maskot tersebut adalah A Xiang, A He, A Ru, A Yi dan Le Yangyang. Perdana

Menteri Tiongkok Wen Jiabao membuka Guangzhou 2010 secara resmi di Stadion Olimpiade Guangdong.

Tuan rumah tiongkok memuncaki klasemen medali dengan 199 medali emas, 119 medali perak dan 98 medali perunggu. Total 1.577 medali diberikan.

17. Incheon 2014

Edisi ketujuh belas dan edisi sebelumnya Asian Games diselenggarakan di Inchen pada bulan September dan Oktober 2014.

Ini adalah ketiga kalinya Korea Selatan menjadi tuan rumah event Pesta Olahraga Asia dari OCA, menyusul jejak tuan rumah 1986 Seoul dan tuan rumah 2002 Busan.

Total 9.501 atlet dari 45 Komite Olimpiade Nasional berkompetisi dalam 36 cabang olahraga. Tiga anjing laut berbecak bersaudara menjadi maskot resmi Asian Games ini.

Dikenal sebagai Barame, Chumuro dan Vichuon, yang artinya angin, tarian dan cahaya, mereka terpilih sebagai simbol kedamaian di masa yang akan datang di antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Semboyan Asian Games ini adalah “Diversity Shines Here” (keanekaragaman bersinar di sini).

Asian Games edisi ini dibuka secara resmi oleh Presiden Korea Selatan Park Geun-hye di Incheon Asiad Main Stadium.

Tiongkok kembali memuncaki klasemen medali dengan 151 medali emas, 109 medali perak dan 85 medali perunggu. Total 1.454 medali diberikan.

18. Jakarta Palembang 2018

Inilah edisi terbaru dan edisi kedelapan belas Asian Games. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Asian Games diselenggarakan di dua kota dan kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah setelah Asian Games 1962.

Ada total 40 cabang olahraga yang dipertandingkan, dengan tambahan eSports (olahraga elektronik/gaming) – yang dijadwalkan menjadi pertandingan/event yang mendapatkan medali pada Asian Games 2022 – dan Polo kano dipertandingkan sebagai olahraga eksibisi.

Semua 45 negara anggota OCA  dijadwalkan akan berpartisipasi. Berikut beberapa fakta menarik lainnya mengenai Asian Games 2018 di Indonesia.

– Jakarta dan Palembang bukanlah tuan rumah pilihan pertama untuk Asian Games 2018. Tuan rumah awalnya adalah Hanoi, Vietnam yang mengalahkan dua kandidat lainnya Surabaya dan Dubai. Namun Vietnam menarik diri.

– Surabaya lalu mengundurkan diri menjadi calon tuan rumah Asian Games sebelum OCA akhirnya memutuskan Jakarta sebagai tuan rumah dan Palembang sebagai tuan rumah pendukung. Selain itu beberapa kota di Jawa Barat dan Banten akan membantu menyelenggarakan beberapa cabang olahraga.

– Ini adalah program acara olahraga kedua terbesar dalam sejarah Asian Games dengan 462 acara olahraga dalam 40 cabang olahraga. 14 acara olahraga lebih sedikit dibandingkan Guangzhou 2010.

– OCA pada awalnya berencana menyelenggarakan Asian Games edisi kedelapan belas di tahun 2019 agar Asian Games mulai diselenggarakan  satu tahun sebelum Olimpiade Musim Panas berikutnya yaitu Olimpiade Musim Panas 2020. Namun setelah hak menjadi tuan rumah diberikan kepada Indonesia, OCA membatalkan rencana tersebut dan tetap menyelenggarakan Asian Games di tahun 2018 agar Asian Games tidak berbenturan dengan pilpres dan pileg 2019.

– Maskot Asian Games 2018 adalah tiga hewan dari berbagai daerah Indonesia yaitu Bhin Bhin seekor cendrawasih, Atung seekor rusa Bawean dan Kaka seekor badak Jawa yang mewakili strategi, kecepatan dan kekuatan. Ketiga hewan tersebut melambangkan tiga wilayah Indonesia, Indonesia bagian Timur (cendrawasih), Indonesia bagian Tengah (rusa Bawean) dan Indonesia bagian Barat (badak Jawa). Nama mereka diambil dari semboyan bangsa Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika.

Baca juga: Sejarah Asian Games (Pt. 1)