Demi Turunkan Berat Badan, Haruskah Kuning Telur ‘Disingkirkan’ Saat Makan?

204
Ilustrasi. (Foto: SolusiCantikSehat.com)

MataNaga – Kuning telur sering dituding sebagai penyebab naiknya kadar kolesterol, kelebihan berat badan dan penyakit jantung. Tak sedikit orang kemudian menjadi pemilih dan menghindari asupan tertentu.

Dikutip dari Livestrong, anggapan bahwa kuning telur mengandung kolesterol dan lemak itu memang benar. Namun, kuning telur juga punya banyak nutrisi yang baik bagi kesehatan tubuh.

Tapi sebenarnya Anda tidak perlu menyisihkan kuning telur. Penelitian ilmiah menemukan bahwa asupan kolesterol tidak punya dampak nyata pada metabolisme kolesterol. Artinya, makan makanan tinggi kolesterol tidak berati akan meningkatkan kolesterol darah secara signifikan.

Sebagai penjelasan singkat, tubuh kita memproduksi kolesterol. Saat Anda mengonsumsi makanan berkolesterol, tubuh akan ‘diringankan’ pekerjaannya untuk memproduksi kolesterol yang diperlukan. Tapi bila Anda tak cukup makan kolesterol, tubuh pun bekerja lebih keras untuk membuatnya.

Dalam jumlah cukup, kolesterol sebenarnya penting untuk proses kelancaran organ-organ tubuh bekerja. Unsur yang satu ini merupakan elemen penting sebagai bahan dasar untuk menyusun empedu darah, jaringan otak, hati, ginjal serta kelenjar adrenalin.

Kolesterol juga berperan dalam pembentukan hormon progesteron, estrogen dan testosteron. Jika kekurangan hormon ini, bisa menyebabkan proses menstruasi tidak lancar, mengganggu kesuburan bahkan menyebabkan kemandulan.

Selain itu, kolesterol juga bertugas membawa serotonin ke otak. Jika kadar kolesterol rendah, penghantaran serotonin ke otak juga sedikit sehingga memicu depresi, membuat orang mudah marah dan berperilaku kasar.

Yang perlu Anda ketahui, kuning telur tidak hanya mengandung kolesterol tapi juga nutrisi penting lainnya –yang mungkin sulit didapat dari diet makanan lain. Misalnya cholin (penting untuk kesehatan otak), karotenoid (bermanfaat bagi kesehatan mata) dan zeaxanthin (sebagai anti oksidan).

Jika Anda takut gemuk karena mengonsumsi kuning telur, sebaiknya singkirkan anggapan itu. Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam International Journal of Obesity menyebutkan bahwa sarapan dua telur sehari, bisa menurunkan berat badan dan mengecilkan lingkar pinggang.

Hasil ini 65% lebih besar dibandingkan dengan konsumsi sarapan berkarbohidrat berat (seperti nasi goreng, roti atau mie). Tapi meskipun diklaim sehat, konsumsinya juga harus diperhatikan. Makanlah kuning telur maksimal dua butir per hari.

Jadi lain kali Anda pecahkan telur, jangan buang kuningnya. Aduk bersama untuk tekstur juga kesehatan yang lebih baik.