Istri Hamil Boleh Saja Berhubungan Intim, Asal Tau Aturannya

38
Ibu Hamil
Bolehkan Ibu Hamil Berhubungan Intim?. (Foto: Klikdokter)

Jakarta – Hamil bukan menjadi penghalang untuk bercinta. Berhubungan intim saat hamil sah-sah saja dilakukan agar mengetahui tips-tipsnya.

Namun tidak semua ibu hamil mau berhubungan intim. Terlebih ibu hamil menganggap badan tidak sesexy sebelum hamil. Apalagi ada pengaruh kehamilan seperti saat usia kehamilan 4 minggu dengan mual-mual, pusing, dan muntah-muntah yang membuat mood bercinta menjadi terhalang.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan dr H Risanto Siswosudarmo, SpOG(K) dalam wawancara dengan detikHealth pada (September 2014). Menurut dr Risanto, ibu hamil boleh berhubungan. Asalkan ibu hamil memiliki mood yang baik dan pasangan juga mood bercinta.

Untuk posisi yang dianjurkan untuk berhubungan intim bagi ibu hamil, dr Risanto menyarankan posisi wanita di atas atau woman on top). Karena pada posisi tersebut, tidak membebani kandungan dalam perut dan terhindar dari menekan perut istri yang sedang membesar.

Posisi lainnya yakni doggy style. Pada posisi ini, ibu hamil dalam posisi nungging dan suami dari arah belakang. Selain itu, ada juga posisi side by side-position’ (saling menyamping). Posisi ini bisa dilakukan saat hamil muda atau bahkan saat hamil tua.

Untuk waktunya diserahkan pada masing-masing pasangan. Jangan melakukan hubungan bila ibu hamil mengeluh kontraksi atau muncul gejala pendarahan, serta ketuban pecah. Hal ini dapat berdampak negatif pada ibu hamil dan janin.

Lalu bagaimana pada usia kehamilan 8 bulan? Dikutip dari Boldsky boleh-boleh saja bercinta dengan suami. Namun ibu hamil harus berpuasa berhubungan bila akan mengakibatkan kelahiran prematur. Perlu diingat, ibu hamil jangan khawatir berlebih akan melahirkan prematur selama tidak ada memiliki komplikasi medis.

Bagaimana soal berhubungan intim menjelang persalinan, disebut tidak akan mengubah waktu persalinan atau menyebabkan persalinan lebih cepat dari perkiraan semula. Dilansir NBC News, hal itu berdasarkan penelitian Dr. Tan Peng Chiong, seorang profesor di bidang obstetri dan ginekologi dari University of Malaya, Malaysia pada sekitar 2012. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal ini melibatkan lebih dari 1.100 wanita dengan usia hamil tua antara 35-38 minggu.