Rossi Beri Pujian Kepada Mesin Suzuki GSX-RR

71
Yamaha kalah kencang dari Suzuki
"Suzuki di dua akhir pekan terakhir ini tampil impresif. Mereka sangat banyak bekerja dan sangat bekerja keras, dalam artian positif," ungkap Rossi dikutip Crash. (Foto: Iwanbanaran.com)

Jakarta – Valentino Rossi memberi pujian kepada setelan mesin Suzuki GSX-RR dalam dua akhir pekan di Red Bull RIng, Austria. Dua pebalap Tim Suzuki Ecstar mampu menunjukkan hasil maksimal. Ia berharap Yamaha pun demikian.

Seperti diketahui, Suzuki mengusung mesin berkonfigurasi empat silinder segaris sama seperti Yamaha, sedangkan Ducati, KTM, Honda, dan Aprilia memakai konfigurasi V4. Menurut Rossi, berkaca dari apa yang ditorehkan Suzuki di GP Austria, dan GP Styria, konfigurasi mesin bukan halangan untuk mencapai kecepatan puncak.

“Suzuki di dua akhir pekan terakhir ini tampil impresif. Mereka sangat banyak bekerja dan sangat bekerja keras, dalam artian positif,” ungkap Rossi dikutip Crash.

“Jadi masalah dengan kecepatan puncak itu bukan karena konfigurasi mesin empat silinder segaris. Suzuki punya daya cengkeram yang lebih baik dari kami saat akselerasi, tapi juga mesinnya jelas lebih kencang.”

“Saya sempat berada di belakang Rins dan dari satu tikungan ke tikungan lainnya, dia berakselerasi lebih cepat dari saya. Jadi itu berarti bahwa Suzuki bekerja di jalan yang tepat. Kami harap kami bisa berkembang juga,” tukas pebalap berusia 41 tahun ini.

The Doctor jadi satu-satunya pebalap Yamaha yang mampu meraih hasil terbaik di Red Bull Ring. Ia finis kelima di MotoGP Austria, tapi pebalap di depan terjatuh, di antaranya Pol Espargaro dan Alex Rins. Lalu Rossi finis posisi 9 di GP Styria.

Top speed Rossi sepanjang akhir pekan lalu tercatat di angka 310,3 km/jam, tertinggal jauh dari catatan terbaik yang diukir Andrea Dovizioso (Ducati) dengan 320,4 km/jam. Rossi pun berharap Yamaha bisa mengikuti Suzuki dalam hal pengembangan mesin ini karena masih ketinggalan dari pabrikan lain dalam hal top speed.

Sementara Suzuki, Joan Mir naik podium dua di MotoGP Austria dan finis keempat di MotoGP Styria akhir pekan kemarin. Mir berpeluang memenangi MotoGP Styria andai balapan tak berhenti lantaran insiden rem blong Maverick Vinales. Kala itu Mir sedang memimpin balapan dan terpaksa memulai lagi dengan ban yang sudah aus, sementara gap yang dibangun sirna karena start ulang.