Tiga Hobi yang Bisa Tingkatkan Memori dan Menjaga Kesehatan Otak Anda

43
Hobi Melukis
Ilustrasi. (Foto: BisnisUKM)

Matanaga – Penurunan kogntif adalah hal yang tidak terelakkan seiring dengan menuanya kita. Menurut Asosiasi Psikolog Amerika Serikat, “volume otak mencapai puncaknya pada awal 20 tahunan dan menurun secara bertahap pada sisa usia”.

Namun gaya hidup bisa memperlambat proses tersebut. Anda bisa mempertahankan dan bahkan meningkatkan kapabilitas mental Anda seiring dengan waktu berjalan. Perilaku yang sederhana bisa membantu Anda untuk tetap tajam selama mungkin. Yang Anda lakukan dan tidak lakukan akan menjadi pembeda besar untuk kemampuan mengingat Anda.

Mengejar tantangan intelektual dan fisik, setidaknyaman bagaimanapun itu, merupakan salah satu cara terbaik untuk memperlambat proses penurunan memori. Tantangan baru merupakan cara untuk melatih pikiran dan membangun jalan yang baru.

Belajar dengan cara yang baru

Semua orang belajar dalam cara yang berbeda. Anda mungkin menganggap bahwa membaca adalah hal yang efektif, selagi teman Anda lebih suka menyaksikan video atau mendengarkan podcast. Setiap jalan menciptakan pengalaman dan memorinya masing-masing.

Kebanyakan orang memiliki suatu gaya yang dominan dan cenderung akan menggunakan cara yang sama untuk meraih pengetahuan baru. Yang lainnya menggunakan kombinasi dari berbagai tipe konten, seperti dokumenter, buku (digital atau fisik), dan podcast.

Penelitian menunjukkan bahwa setiap gaya belajar menggunakan bagian yang berbeda dari otak Anda. Dengan melibatkan lebih banyak bagian saat belajar, Anda bisa meningkatkan kemampuan untuk mengingat kembali informasi dan apa pun yang telah Anda pelajari.

Gaya belajar baru bisa meningkatkan kemampuan otak Anda dalam memproses informasi seiring waktu berjalan. Mengembangkan suatu kemampuan dalam gaya belajar yang kurang dominan dan Anda mungkin akan menemukan sesuatu yang benar-benar berbeda dan penuh kenikmatan.

Perkuat ketertarikan meluas kepada hal-hal artistik

Pablo Picasso pernah mengatakan, “Seni membersihkan jiwa dari debu-debu yang mengotori pada kehidupan sehari-hari”.

Berbicara tentang hobi baru atau menemukan satu hobi baru, seperti menggambar, fotografi, berdansa, bermusik, berkebun atau yang lainnya, bisa meningkatkan kemampuan fokus, mood dan memori Anda. Hobi-hobi artistik menstimulasikan otak mengembangkan satu hal baru dalam hal yang baru.

Belajar sesuatu yang baru membuat Anda harus memaksa diri secara fisik, mental, dan emosional. Setiap hobi yang berkaitan dengan atensi besar kepada detail bisa mencegah penurunan kognitif dan meningkatkan memori Anda.

Selain menghilangkan stres dan melibatkan seluruh bagian otak, mengerjakan sesuatu yang artistik merupakan bagian dari sesuatu yang disebut “neurobik”,  oleh Dr. Lawrence Katz dalam bukunya.

Katz mengatakan bahwa seni membangun koneksi antar neuron dan menstimulasi otak untuk mengembangkan yang baru dengan menggunakan cara baru.

Jadi meskipun lathan fisik, bermain, dan meditasi memiliki tempat untuk melindungi otak Anda dari penurunan kognitif, jangan abaikan keuntungan dari hobi artistik seperti menggambar, melukis, fotografi, atau mempelajari instrumen musik.

Einstein merupakan seorang pemain biola amatir. Anaknya, Hans Albert, pernah berkata, “kapan pun dia merasa bahwa dia sudah hampir selesai atau mengalami situasi yang sulit dalam pekerjaannya, dia mengambil waktu untuk bermusik, dan itu biasanya menyelesaikan kesulitannya.”

Menjadi pembelajar seumur hidup bisa membantu kesehatan otak Anda

Otak yang terstimulasi secara konsisten mungkin akan menjadi kunci menjalani hidup yang bersemangat. Belajar seumur hidup, pencarian pengetahuan baru yang “berkelanjutan, sukarela, dan termotivasi diri”, bisa membuat otak kita bekerja pada level yang optimal, yang bisa membatasi penurunan kognitif dan memori seiring waktu berjalan.

Ketika Anda mempelajari sesuatu yang baru, otak Anda tidak hanya menjadi semakin pintar, namun juga menjadi lebih kuat, informasi yang baru jalan di antara neuron dalam otak.

Kapan pun Anda memberikan informasi baru kepada otak, Anda membantu otak untuk melawan deteriosasi natural yang datang seiring dengan usia.

“Belajar seumur hidup adalah kunci untuk mempertahankan fungsi kognitif,” kata Rosebud Roberts dari studi Neurologi yang dipublikasikan di Mayo Clinic.

Belajar seumur hidup merupakan suatu perjalanan, bukan suatu destinasi, tidak pernah ada kekurangan hal baru untuk dipelajari. Pilihlah skill, ide-ide, dan konsep yang Anda temukan menarik dan perjalanan akan menjadi menyenangkan.