Liverpool Frustrasi Banget Enggak Bisa Bikin Gol

28
Liverpool menelan empat kekalahan beruntun di Liga Inggris
Liverpool menelan empat kekalahan beruntun di Liga Inggris. (Foto: Goal.com)

Jakarta – Laju buruk Liverpool belakangan tak lepas dari seretnya gol. Georginio Wijnaldum menyebut bukan saatnya Liverpool memosisikan diri sebagai korban.

Liverpool menelan kekalahan keempat di Liga Inggris setelah takluk 0-2 di derby kontra Everton, Minggu (21/2/2021) dini hari WIB. Sebelumnya mereka takluk dari Brighton & Hove Albion, Manchester City, dan Leicester City.

Kekalahan beruntun itu bikin ‘Si Merah‘ kian terbenam di papan klasemen. Liverpool kini tercecer di urutan enam dengan 40 poin dari 25 laga, tertinggal lima poin dari West Ham United di urutan empat yang jadi batas zona Liga Champions.

Persoalan terbesar Liverpool saat ini adalah krisis bek tengah. Seperti diketahui Virgil van Dijk, Joe Gomez, Joel Matip, dan Fabinho seluruhnya cedera.

Masalah lainnya adalah lini depan yang melempem. Liverpool hanya mampu mencetak dua gol dalam empat pertandingan terakhir liga, sementara kebobolan 10 kali.

Hal serupa juga terjadi ketika Liverpool hanya bisa bikin satu gol di lima partai beruntun antara 27 Desember 2020-22 Januari 2021. Rangkaian itu lantas sempat terhenti dengan dua kemenangan 3-1 atas Tottenham Hotspur dan West Ham United.

Gelandang Liverpool Georginio Wijnaldum menyebut hal terbaik untuk timnya saat ini adalah menerima situasi dan fokus mencoba bangkit. Sebab mereka tak bisa terus-terusan menyalahkan cedera atau krisis pemain.

“Ini adalah situasi baru buat kami. Di musim-musim sebelumnya ketika kami menciptakan begitu banyak peluang, kami selalu mencetak gol. Dan sekarang kami ada dalam periode di mana kami menciptakan banyak peluang, tapi tak mencetak gol,” katanya dikutip Sky Sports.

“Ini bikin frustrasi, terutama ketika Anda berada di lapangan dan bermain. Anda tidak mau merasa mengasihani diri sendiri dan tidak mau masuk ke peran sebagai korban.”

“Anda cuma ingin menangani situasi dan mencoba membawanya ke akhir yang lebih baik, atau akhir yang bagus, meski tahu ada banyak cedera. Menurut saya begitulah kami harus melihat situasinya, bukan menjadi korban saja, tapi coba saja untuk membalikkan keadaannya.”

“Kami punya banyak pertandingan untuk membalikkan keadaan. Kalau kami melihatnya sebagai korban saja, ini akan lebih buruk. Yang bisa kami lakukan adalah mencoba mengerahkan segalanya, mencoba tetap percaya diri, dan bekerja bersama untuk mengakhiri musim ini dengan lebih baik,” imbuhnya.