Setelah Sukses Menjalani Operasi Pertama, Marquez Harus Menjalani Operasi Kembali

32
Marc Marquez
Marquez diketahui sempat mengalami kecelakaan di balapan MotoGP Spanyol pada akhir Juli lalu yang membuatnya mengalami patah tulang humerus atau lengan atas. (Foto: New Atlas)

Jakarta – Pembalap MotoGP Marc Marquez dikabarkan harus kembali menjalani operasi. Penyebabnya karena pelat yang dipasang untuk memperbaiki patah tulangnya disebut mengalami kerusakan.

Marquez diketahui sempat mengalami kecelakaan di balapan MotoGP Spanyol pada akhir Juli lalu yang membuatnya mengalami patah tulang humerus atau lengan atas. Cedera ini membuatnya harus membatalkan balapan di sirkuit Jerez dan Andalusia pekan lalu.

“Operasi pertama berjalan sukses, namun yang tak diharapkan ternyata pelatnya tidak cukup. Akumulasi stres di bagian lengan yang dioperasi menyebabkan pelatnya mengalami kerusakan, jadi pelatnya hari ini diganti dengan yang baru.” ujar ahli traumatologi MotoGP, dr Xavier Mir, seperti dikutip dari Crash pada Selasa (4/8/2020).

Ahli ortopedi dan bedah tangan, dr Oryza Satria, SpOT(K), dari RS Fatmawati menjelaskan bahwa pemasangan pelat biasanya dilakukan untuk memastikan agar tulang yang patah dapat ‘diam’ di posisinya selama proses penyembuhan. Tujuannya agar tulang dapat merekat kembali secara sempurna.

Nah, biasanya proses pelekatan kembali tulang yang patah butuh waktu beberapa bulan. Selama itu artinya kekuatan dan stabilitas tulang bertumpu pada pelat.

Dalam kondisi seperti itu, ketika tulang digunakan untuk menahan beban maka pelat yang akan menanggungnya. Bila beban yang ditanggung terlalu besar maka pelat pun bisa rusak atau patah.

“Kita nyebutnya ‘implant failure’. Bisa terjadi early kayak marquez atau late, misalnya pada tulang yang enggak nyambung-nyambung (nonunion) seperti pada pasien perokok,” ungkap dr Satria.