Polemik Tiket Final Liga Champions: Fans Protes Jatah Sponsor

16
Final Liga Champions antara Tottenham Hotspur vs Liverpool digelar di Wanda Metropolitano. (Foto: Flipboard)

Jakarta – Final Liga Champions antara Tottenham Hotspur vs Liverpool memunculkan polemik. Fans kedua tim merasa jatah tiket untuk mereka tak pantas.

Tottenham dan Liverpool akan saling berhadapan di Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) mendatang pada final Liga Champions. Ini adalah pertemuan pertama kedua tim di final kompetisi tersebut.

Menuju pertandingan ini, muncul polemik soal pembagian jatah tiket. UEFA memberikan jatah 33.286 tiket untuk kedua tim, dari total 68.000 tiket yang disediakan.

Artinya jika dibagi rata, setiap tim mendapatkan jatah 16.643 tiket untuk suporternya. Jumlah ini mendekati angka yang sudah dijanjikan oleh UEFA pada Maret lalu, yakni 17 ribu tiket.

Lantas ke mana sisa hampir 34 ribu lebih tiket lainnya?

UEFA menyatakan bahwa 4.000 tiket dialokasikan untuk fans global. Sementara 30 ribu lainnya adalah jatah panitia lokal, UEFA, asosiasi nasional, partner komersial, pihak penyiar, dan untuk paket-paket ramah tamah korporasi.

Bagian inilah, khususnya jatah sponsor atau partner komersial, yang kemudian disoroti kelompok suporter Tottenham dan Liverpool. Tottenham Hotspur Supporters’ Trust (THST) dan Spirit of Shankly (SOS) meminta delapan sponsor utama untuk memperbaiki keseimbangan terkait jatah tiket ini.

Delapan sponsor utama itu antara lain: Nissan, Playstation, Gazprom, PepsoCo, Banco Santander, Mastercard, Heineken, dan Expedia Group.

THST dan SOS sepakat bahwa menambah jatah tiket untuk mereka akan mengangkat atmosfer karena banyaknya fans loyal di stadion. Kedua kelompok suporter sudah meminta para sponsor ini untuk melobi UEFA agar membagi jatah lebih adil, juga meminta klub masing-masing untuk menyubsidi ongkos tiket.

Mastercard, sebagai salah satu sponsor utama, mengindikasikan bahwa situasinya saat ini sulit diubah. Sebab dengan mepetnya hari pertandingan, segala bentuk promosi dan penawaran bahkan sudah berhenti yang artinya seluruh jatah tiket mereka sudah terkunci.