Henrikh Mkhitaryan Klaim Permainan AS Roma Lebih Baik Daripada Arsenal

13
Henrikh Mkhitaryan
Pemain AS Roma, Henrikh Mkhitaryan. (Foto: The Times)

MataNaga – Henrikh Mkhitaryan mengakui bahwa kariernya di AS Roma sejauh ini berjalan dengan lebih menyenangkan ketimbang bulan-bulan terakhirnya bersama Arsenal di bawah asuhan mantan manajer Unai Emery.

Sang pemain tim nasional Armenia berusia 31 tahun itu hanya tampil satu kali di Liga Inggris untuk The Gunners pada musim kompetisi 2019/2020 ini, sebelum dipinjamkan ke Liga Italia pada pertengahan September.

Sejak saat itu, dia sudah tampil 13 kali, termasuk delapan di antaranya sebagai starter, dan mencetak total enam gol yang sukses membantu Il Giallorossi bertengger di peringkat kelima klasemen sementara Liga Italia.

Mkhitaryan mengatakan bahwa dirinya sudah merasa jauh lebih baik di Roma ketimbang hari-hari terakhirnya di Arsenal, dan mengklaim bahwa dia lebih menyukai gaya permainan yang diterapkan oleh Paulo Fonseca di ibu kota Italia ketimbang Unai Emery.

Dia telah berhasil menemukan kembali performanya di Roma lewat torehan tiga gol dan dua assist dari empat pertandingan terakhir di Liga Italia, sebelum virus corona menyebabkan semua kompetisi, termasuk Liga Italia, hingga batas waktu yang sulit diketahui.

“Ketika saya berada di Arsenal, saya memiliki beberapa hal yang harus dilakukan yang diminta oleh pelatih, orang-orang mengharapkan berbagai hal berbeda dari sini,” kata sang gelandang serang kepada The Times.

“Filosofi dari Emery berbeda dengan Fonseca, namun di sini saya merasa jauh lebih baik sebab kami memainkan sepak bola dengan lebih baik dan saya pikir itu cocok dengan saya.

“Saya lebih suka dengan gaya permainan Fonseca karena kami bermain dengan sangat ofensif, kami mencoba untuk menguasai bola setiap saat di sini dan tentu saja saya menyukai permainan semacam ini.”

Kontrak pinjaman sang pemain asal Armenia tersebut akan berakhir pada bulan Juni dan itu tidak termasuk dengan opsi untuk dipermanenkan, dan Mkhitaryan mengakui bahwa masa depannya saat ini masih tidak pasti.

“Saya tidak bisa mengatakan apapun saat ini karena musim sedang dihentikan, kami tidak tahu kapan akan bermain lagi dan apa yang akan terjadi pada musim panas.”

“Sepak bola berubah dengan sangat cepat. Suatu hari Anda di sini, hari lainnya Anda di sana. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dan apa yang akan terjadi dengan Anda.”

Mkhitaryan, seperti kebanyakan orang lainnya di Italia, dipaksa harus tetap tinggal di rumah karena merebaknya COVID-19, dengan Italia menjadi negara yang paling menderita setelah lebih dari 7.500 orang meninggal dunia.

“Kami mencoba,” kata Mkhitaryan. “Itu tidak mudah. Dalam momen sulit ini, Anda tidak bisa melakukan banyak hal. Anda hanya bisa tetap di rumah untuk tetap aman dan menunggu agar segalanya terselesaikan. Saya bangun tidur, sarapan, berbicara dengan anggota keluarga mengenai berbagai macam hal: virus, kehidupan, masa depan, masa lalu.”

“Kemudian pada malam hari, saya mencoba untuk menyaksikan sebuah film, dengan keluarga atau sering kali sendirian. Lepas dari itu, kami memiliki program yang harus dijalankan, yaitu berlatih di rumah, jadi saya mencoba yang terbaik untuk menjaga diri tetap bugar.”

“Ketika saya mendengar bahwa situasinya tidak baik dan semua orang meminta kami untuk tetap di rumah, saya berhenti keluar untuk jalan-jalan atau berlari. Itu lebih baik untuk tetap di rumah dan menjadi panutan bagi semua orang, untuk menunjukkan kepada mereka bahwa ini jauh lebih penting, untuk mengikuti peraturan dan tetap di rumah.”