Presiden FIGC Berharap Serie A Bisa Digelar pada Juli atau Agustus Setelah Krisis COVID-19 Usai

13
Liga Italia (Serie A)
Liga Italia (Serie A). (Foto: ESPN.com)

MataNaga – Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, masih berharap untuk bisa melanjutkan Serie A musim kompetisi 2019/2020 pada bulan Juli atau Agustus nanti setelah pandemi virus corona usai.

Serie A, seperti kebanyakan liga di seluruh dunia lainnya, harus ditangguhkan untuk batas waktu yang tidak dapat diketahui, yang telah memakan korban jiwa sekitar 21 ribu secara global.

Italia menjadi negara yang paling menderita di seluruh dunia karena korban kematian yang telah mencapai lebih dari 7.500 orang, lebih dari China, dengan jumlah kasus di angka 74 ribuan, dengan rumah sakit-rumah sakit dan pekerja darurat kesulitan untuk menghadapi situasi ini.

Berbagai pemilik Serie A telah memperdebatkan apakah musim kompetisi 2019/2020 bisa dilanjutkan atau ditunda, namun Gravina masih belum menyerah untuk melanjutkan musim setelah penundaan Piala Eropa 2020, Copa America dan Olimpade.

“Selama saya mampu, saya tidak akan kehilangan harapan untuk melanjutkan musim ini. Saya akan melakukan segalanya yang diperlukan untuk terjadi. Saya menganggap bahwa menyerah adalah hal yang sangat sulit,” kata Gravina kepada Radio Marte.

“Saya menyadari bahwa ini masih terlalu awal untuk memikirkan jadwal kembali, namun kami harus berpikir positif. Kami akan mengusahakan yang terbaik dan meminta dukungan dari UEFA dan FIFA agar itu bisa dilaksanakan setelah 30 Juni, agar bisa memanfaatkan bulan Juli dan Agustus juga. Saat ini, tidak ada ruang untuk kepentingan individual. Saya berserah kepada akal sehat, karena pada akhirnya, FIGC-lah yang akan harus memutuskan.

“Hari Kamis (26/3) ini akan ada pertemuan baru dengan pemerintah untuk mengupayakan beberapa proposal menyangkut beberapa perubahan, yang akan dinilai oleh pemerintah, namun ada banyak masalah dalam relevansi kami.”

Gravina melanjutkan, “Kami tidak ingin meminta uang, namun kami melaporkan kondisi krisis. Kami meminta pemerintah untuk membantu kami dengan serangkaian langkah untuk membantu memoderninsasi permainan kami. Kami akan menemui mereka besok (hari ini) dan kemudian akan bertemu lagi pekan depan untuk ketentuan permanen dan konstan, menjadikannya ide-ide yang solit untuk membentuk proyek.”

Seperti kebanyakan pimpinan otoritas sepak bola lainnya di seluruh dunia, Gravina juga menentang pembatalan musim ini, dan berharap agar Serie A musim kompetisi 2019/2020 bisa dilanjutkan.

“Saya menganggap (pembatalan musim) adalah suatu kekalahan bagi saya dan satu hal yang mengurangi nilai dari kompetisi. Itu akan berujung pada skenario yang tidak mengenakkan.

“Saya dengan bersikeras menolak semua bentuk refleksi yang berujung pada konklusi tersebut. Sebisa mungkin, saya akan terus menolak hipotesa-hipotesa (tentang pembatalan musim).”

Sebelum penangguhan, juara bertahan Juventus hanya unggul satu poin dari penantang Lazio setelah sama-sama melalui 26 pertanidngan di Serie A musim ini. Pertandingan terakhir yang dimainkan di Serie A adalah ketika Sassuolo mengalahkan Brescia dengan skor 3-0 pada 9 Maret lalu.

Juventus dan Lazio yang bersaing di papan atas klasemen pun memiliki pendapat yang berbeda mengenai kelanjutan kompetisi. Dalam rapat yang mengundang para Presiden Klub, Andrea Agnelli dari Juventus dan Claudio Lotito pun sempat bersitegang karena perbedaan pendapat.

Lotito optimistis bahwa musim bisa dilanjutkan. “Tidakkah kalian lihat datanya? Itu (virus corona) memudar! Namun saya tahu, saya berbicara dengan para ahli, orang-orang yang ada di garda terdepan, bukan dengan para dokter dari tim sepak bola,” kata Lotito, seperti diklaim oleh Tuttosport.

Namun Agnelli membalasnya dengan cara yang sarkas, “Tentu saja. Anda sekarang sudah menjadi seorang ahli virologi.”