Rodgers Klaim Kepindahan Sterling dari Liverpool ke Man City Bukan Tentang Uang

15
Raheem Sterling
Pemain Manchester City, Raheem Sterling. (Foto: Squawka)

MataNaga – Kepindahan sensasional Raheem Sterling dari Liverpool ke Manchester City pada bursa transfer musim panas tahun 2015 lalu bukanlah karena uang, klaim mantan manajernya di The Reds, Brendan Rodgers.

Sang pemain tim nasional Inggris pindah ke City pada lima tahun lalu setelah ditebus seharga 49 juta pounds dari kubu Anfield, suatu rekor transfer untuk seorang pemain asal Inggris pada saat itu.

Para penggemar The Reds karena melihat talenta yang kala itu berusia 20 tahun meninggalkan klubnya, sebab sang penyerang sayap memiliki prospek bagus untuk menjadi pemain kelas dunia setelah mencetak 23 gol dari 129 penampilan.

Rodgers, yang memberikan kesempatan debut kepada Sterling saat masih berusia 17 tahun, meyakini bahwa bintang kelahiran Jamaika tersebut meninggalkan Liverpool karena alasan keolahragaan, bukan karena tergoda oleh uang yang ditawarkan oleh City.

“Bagi Raheem, itu tidak pernah tentang uang,” kata manajer yang kini menukangi Leicester City itu kepada Liverpool Echo. “Jika itu memang tentang uang, maka dia bisa bertahan di Liverpool. Itu adalah tentang berada di tempat terbaik untuknya.

“Pada saat itu, ada kesempatan untuk bergabung dengan tim yang bertabur para pemain kelas dunia. Dia pergi ke sana dan berkembang serta menjadi seorang pemenang, yang sudah jelas bisa terlihat sekarang dari permainannya.”

“Saya menengok kepada tim asuhan Pep Guardiola dan itu tidak sama jika Anda berada di dalamnya. Seberapa besarnya itu untuk seorang pemain sepak bola muda asal Inggris. Yang saya sukai tentang Raheem adalah, untuk seorang anak muda, dia tahu apa yang diinginkannya.”

Sterling tiba pada usia yang masih sangat muda dan menjelma menjadi pemain yang jauh lebih baik di bawah asuhan Pep Guardiola di City pada musim kompetisi 2017/2018, dengan mencetak 23 gol di semua ajang, sebelum makin menjadi-jadi dengan torehan 25 gol pada musim lalu.

Namun demikian, terlepas dari awal musim yang gemilang pada 2019/2020 ini, dia telah gagal mencetak satu gol pun sepanjang tahun 2020 dan Guardiola berdalih bahwa itu disebabkan oleh cedera yang merusak momentumnya.

Sterling meninggalkan Liverpool ketika dalam keadaan yang bobrok, namun kini The Reds berada dalam kondisi yang lebih superior dibandingkan The Citizens, dan sang pemain berusia 25 tahun itu tidak menutup kemungkinan untuk kembali ke Anfield.

“Akankah saya kembali ke Liverpool? Sejujurnya, saya mencintai Liverpool. Jangan disalahartikan, mereka selalu ada dalam hati saya. Itu adalah tim yang memberikan banyak hal untuk saya untuk berkembang,” kata Sterling dalam sebuah sesi tanya-jawab di akun Instagram Colossal Sports Management.

Liverpool kini unggul 25 poin dari Manchester City di puncak klasemen sementara Liga Inggris, dan hanya terpaut dua kemenangan lagi untuk mengamankan titel juara, yang sudah diraih oleh Sterling dan City selama dua musim sebelumnya, namun gelar juara untuk skuat asuhan Jurgen Klopp terancam tidak bisa diberikan karena musim sedang dihentikan, seiring dengan pandemi virus corona.

Otoritas sepak bola Inggris memutuskan bahwa musim akan ditangguhkan setidaknya hingga tanggal 30 April mendatang, namun berpotensi besar untuk lebih lama daripada itu, lantaran wabah tidak kunjung mereda.

Jumlah kasus di seluruh dunia pada saat berita ini diturunkan sudah mencapai total 472 ribuan kasus, dengan memakan korban jiwa sekitar 21 ribu orang. Di Inggris sendiri, ada total 9.500-an kasus, dengan kasus kematian mencapai 465 orang.