Jose Mourinho Menyebut Tottenham Cuma Kuda Poni di Persaingan Gelar

40
Jose Mourinho
Jose Mourinho. (Foto: The New York Times)

Jakarta – Jose Mourinho menyebut Tottenham Hotspur cuma kuda poni dalam persaingan gelar Liga Inggris. Manajer Chelsea Frank Lampard menanggapi analogi Mourinho itu.

Ungkapan kuda poni itu dilontarkan Mourinho selepas Tottenham Hotspur berimbang 0-0 dengan Chelsea di Stamford Bridge, Minggu (29/11/2020) malam WIB. Bukan hasil maksimal buat Tottenham, tapi itu menjaga mereka di pucuk klasemen Liga Inggris dan juga laju tak terkalahkan sejauh ini.

Tottenham tanpa kekalahan di sembilan pertandingan terakhir Liga Inggris selepas membuka musim dengan hasil negatif kontra Everton. Harry Kane dkk memimpin persaingan dengan 21 poin, unggul selisih gol dari juara bertahan, Liverpool, dan dua poin dari Chelsea di urutan tiga sementara.

Analogi serupa pernah diungkapkan Jose Mourinho ketika memimpin Chelsea dalam persaingan Liga Inggris di musim 2013/2014. Kala itu ia menyebut Chelsea cuma kuda kecil yang masih belajar di tengah persaingan Manchester City dan Arsenal, yang merupakan kuda pacu sesungguhnya.

Frank Lampard, yang dulu masih jadi anak buah Mourinho di 2013/2014, kali ini berada di posisi berseberangan. Manajer Chelsea itu percaya Tottenham juga pantas disebut kandidat kuat juara kali ini.

“Ya terserah Jose sih mau menyebutnya seperti itu, karena dia melihatnya dari sisi dia. Tapi mereka kan di puncak klasemen. Kalau kami kandidat juara, mereka juga seharusnya kandidat,” katanya dikutip BBC.

“Mereka sudah berinvestasi besar, mereka punya pemain seperti Gareth Bale duduk di bangku cadangan, dan Dele Alli tidak ikut. Bukan cuma kami, Tottenham dan Liverpool, yang ada di persaingan.”

“Ada banyak tim di sekitar kami pada musim ini, yang terlihat agak berbeda dengan musim-musim belakangan,” ujar Frank Lampard.

Chelsea-nya Mourinho pada 2013/2014 pada akhirnya finis ketiga di belakang Manchester City dan Liverpool. Musim ini Chelsea yang ditangani Lampard dijagokan terlibat dalam persaingan gelar usai berbelanja lebih dari 200 juta paun untuk merekrut Timo Werner, Hakim Ziyech, Kai Havertz, hingga Ben Chilwell.

Sementara Tottenham berbelanja jauh lebih hemat, sekitar 65 juta paun untuk membeli Sergio Reguilon, Matt Doherty, Pierre-Emile Hojberg, dan Joe Rodon. Klub London utara itu juga meminjam Gareth Bale dan Carlos Vinicius.